oleh

Gubernur Sumsel Siap Kembalikan Penas KTNA ke Bumi Sriwijaya

Kolom:Advertorial|11 kali dilihat
NuansaKita – Sekayu : Gubernur Sumsel, Herman Deru memastikan Provinsi Sumsel siap kembali menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII. Dia bahkan optimistis Sumsel bisa terpilih dari dua daerah lain yang diunggulkan seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepercayaan diri HD cukup beralasan karena Sumsel pernah sukses menjadi penyelenggara Penas KTNA pada tahun 2007 silam di Kabupaten Banyuasin. “Dari pada mikir-mikir, Sumsel inikan pernah sukses menjadi tuan rumah (Penas KTNA) pada 2007. Kembalikan saja penyelenggaraannya ke Sumsel. Kita sangat siap sekali,” ujarnya usai membuka Pekan Daerah  Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XIII Provinsi Sumsel yang digelar 24-28 Juni di Gelanggang Remaja Sekayu Muba.
Dengan kembalinya Sumsel sebagai tuan rumah diharapkan dapat ikut mengembalikan spirit petani di Sumsel. Sehingga target Sumsel mengembalikan kejayaan sebagai daerah lumbung pangan nasional lebih cepat terwujud.
“Tahun 2020 Penas KTNA XV digelar di Provinsi Sumsel. Setelah 12 tahun berlalu alangkah baiknya Penas XVII nanti kita yang jadi tuan rumah,” jelasnya.
Sementara itu terkait penyelenggaraan PEDA KTNA XIII Provinsi Sumsel, mantan Bupati OKU Timur mengakui pemilihan Muba sebagai tempat penyelenggaraan memang sangat tepat. Kedepan Muaraenim sebagai tempat penyelenggaraan selanjutnya bisa menjadikan Muba contoh karena berhasil menyelenggarakan dengan sangat baik dan meriah.
“Khusus Muba saya berikan apresiasi luar biasa. Mudah-mudahan ini menambah spirit petani petani di Sumsel sehingga petani merasa diperhatikan. Harapan saya Peda KTNA ini menghasilkan rekomendasi. Jangan sampai acara yang seperti ini tidak membuahkan apa,” jelasnya.
Kepada ribuan petani yang hadir dari 17 kabupaten/kota se Sumsel, Herman Deru tak lupa mengucapkan terima kasih. Termasuk Muba yang telah menyediakan hunian dan tempat untuk para petani ini  bermusyawarah, berembuk diskusi dan gelar teknologi serta menemukan dan menyimpulkan rekomendasi penting untuk kemajuan petani di masa mendatang.
“Dari PEDA KTNA ini kita harus dapat membuat rumusan. Saya ingin petani yang ada di KTNA ini membuat rekomendasi apa saja hasil mereka selama satu pekan. Laporkan ke Bupati, Gubernur bahkan Menteri atau Presiden. Manfatakan pekan daerah ini untuk berbagi ilmu. Karena tantangan petani ini selalu dinamis,” tambahnya.
Kedepan lanjutnya produksi pangan harus menjadi perhatian semua pihak demi peningkatan produksi. Hal ini dapat dirangsang dengan pemberian penghargaan dari pemerintah. Untuk di Sumsel penghargaan petani diberikan dalam bentuk penyerapan beras yang tinggi.
“Kami Pemprov bekerjasma dengan Bulog menyerap beras petani. Kami anggarakan miliaran rupiah untuk membeli beras dari petani. Ini penting  menjaga kestabilan harga beras di tingkat petani sehingga spirit mereka terjaga,” ujarnya.
Sementara itu Menteri Pertanian RI yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan RI DR. Ir. Fajri Jufri mengungkapkan melalui PEDA KTNA ini pemerintah provinsi Sumsel diharapkan menjadi termotivasi menelaah, serta mengevaluasi kekurangan untuk merumuskan langkah startegis selanjutnya. Sehingga sektor pertanian menjadi makin tangguh sebagai penggerak ekonomi bangsa dan menjadi lumbung pangan dunia.
“Berbagai capaian seperti ekspor pertanian sudah on the track. Ini perlu dijaga dengan baik. Kita upayakan ekspor oertanian tetap naik. Salah satunya dengan  manfatakan lahan rawa seperti 100 ha di Sumsel dan Kalimantan. Ini penopang pangan Indonesia,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengungkapkan bahwa sangat berterima kasih kepada para pesreta yang hadir. Pada PEDA KTNA kali ini diakuinya dihadiri tak kurang dari 5000 petani. “Selamat menikmati Kota Sekayu, enjoy. Semoga kami tidak malu-maluke jadi tuan rumah,” tukasnya. Rip
Baca juga :  DPRD Sumsel Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2016

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita