oleh

Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia, Gereja Katolik ST. Theresia Air Molek bakti sosial dengan tema “Berbagi Gizi Bagi Sesama”

Kolom:Budaya|72 kali dilihat

NuansaKita – Inhul : Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia, Gereja Katolik ST. Theresia Air Molek Kab. Indragiri Hulu melaksanakan bakti sosial dengan tema “Berbagi Gizi Bagi Sesama”. Acara dimulai pada pukul 08.30 Wib, dengan rangkaian acara: Missa Bersama, Seminar (Kesehatan, Pendidikan, dan Kesehatan), Pengobatan Massal, dan Game Kids (untuk anak-anak). HPS yang diselenggarakan di Desa Siambul Kecamatan Batang Gansal, digagas oleh Pastor Elias Moses Situmorang, OFM, Cap. Julius Situngkir, Ignasius Johor Judin Fajar Yantuna, Halasson Sinaga, Jenni Rahmawi. Acara ini dihadiri kurang lebih 1000 orang, dengan tenaga dokter 12 orang dan 18 perawat dan bidan. Seluruh rangakaian acara dipandu oleh Rika.

Baca juga :  Pekan Doa Sedunia Moria Runggun GBKP Pakai Kostum Budaya

Dalam sambutannya, P. Elias Moses Situmorang, OFM, Cap mengatakan: tidak berbagi pangan bagi sesama merupakan dosa, menyitir ungkapan “Dr. Nasao Takenaka seorang Theolog asia asal Jepang yang mengakatakan God Is Rice (Tuhan adalah nasi) lebih lanjut beliau mengatakan pemilihan Desa Siambul sebagai pusat perayaan hari pangan sedunia se Paroki Air Molek Keuskupan Padang, hendak menegaskan keberpihakan dan kepedulian gereja kepada kaum yang kurang mendapat perhatian, karena itu kegiatan ini dirancang sedemikian rupa dengan memadukan perayaan iman dan kegiatan sosial. Gereja Katolik keuskupan padang sangat memberikan perhatian kepada Suku Talang Mamak baik dalam bidang kesehatan, pertanian, dan ekonomi. Kelanjutan dari acara ini sedang direncanakan program pilot projek pertanian yang bekerjasama dengan CU Mutiara Mandiri. Dengan tujuan untuk mempertahankan kearifan lokal suku talang mamak.

Baca juga :  Hadiri Syukuran HUT RI, Gubernur Apresiasi Inovasi Kapolda Sumsel

Ketua panitia pelaksana Tito Istiko yang didampingi sekretaris umum Herdi, SH. Mengatakan bahwa kearifan lokal Suku Talang Mamak sudah hampir punah, itu ditunjukkan dengan gundulnya hutan sebagai mata pencaharian utama, ditambah lagi sejak PT. RBH yang melakukan kegiatan tambang batubara sejak tahun 2009-2014 telah merusak ekosistem alam Suku Talang Mamak, dimana PT. RBH meninggalkan lokasi tambang tanpa adanya reklamasi terhadap lubang-lubang tambang tersebut.

Halasson Sinaga (anggota Fraksi PDIP) juga mengatakan agar penerintah daerah memperhatikan infra struktur mulai dari desa Usul sampai dengan Rantau Langsat, karena dengan terbangunnya Infra Struktur maka roda perekonomian suku talang mamak bisa lebih baik. Dimana lokasi-lokasi wisata alam seperti air terjun Tempu Nawan yang di daerah Rantau Langsat akan menjadi pilihan wisata lokal.

Baca juga :  Kawasan Wisata Petanang Diharap Bisa Diisi Dengan Pustaka Literasi 

Julius Situngkir juga menegaskan dengan acara HPS ini, rasa solidaritas sesama masyarakat semakin tumbuh khususnya Masyarakat Talang Mamak untuk mempertahankan Kearifan Lokal.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita