oleh

Febrita Lustia  PMI Sumsel

Kolom:Budaya|26 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Pengalamannya 10 tahun menjadi Ketua PMI di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur diyakini memudahkan Febrita Lustia Herman Deru atau akrab disapa Feby Deru  memimpin organisasi PMI di Sumsel lima tahun kedepan.
Itu dikatakan Plh Ketua Umum PMI Pusat Prof Ginandjar Kartasasmita, pada acara Pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Sumsel masa bakti 2019-2024, di Griya Agung, Jumat (05/07).
“Beliau (Feby Deru) inikan sudah 10 tahun jadi Ketua PMI kabupaten, pak Gubernur juga 10 tahun jadi Pelindung di Kabupaten. Saya kira tidak perlu diragukan lagi kemampuannya, karena pengalamannya sudah sangat banyak,” ujar Ginanjar.
Ginanjar menceritakan PMI adalah organisasi yang pertama kali dibentuk di Negara Indonesia setelah dinyatakan merdeka. Selain membantu pengobatan para pejuang, saat itu banyak juga tawanan perang yang membutuhkan perawatan.
“Keberadaan PMI juga menjadi bukti bahwa suatu negara sudah merdeka dan ini menandakan bahwa organisasi ini sangat penting. Meskipun mulanya kekuatan hukum organisasi ini baru sebatas Kepres waktu itu,” jelasnya.
Kepada pengurus yang baru dilantik dan anggotan PMI yang hadir, Ia juga mengingatkan soal Munas PMI yang akan digelar Desember mendatang. Agenda itu diharapkannya menjadi perhatian semua untuk menyatukan  visi dan misi di tengah perubahan iklim, serta banyaknya bencana yang terjadi.
Sementara itu, Gubernur Sumsel sekaligus Pelindung PMI Sumsel, Herman Deru mengatakan, setelah pelantikan ini pengurus yang terpilih harus langsung bekerja menjaga ketersediaan darah, pencegahan karhutla agak tidak berimbas pada kesehatan masyarakat seperti ISPA.
“Banyak yang harus diingatkan pada kepengurusan ini bahwa mereka ada tugas yang besar layaknya BPBD, Basarnas, jadi bukan hanya mengurusi transfusi saja. Khususnya Karhutla karena kita inikan langganan. Kalau sudah tahu seperti inikan mereka bisa stok masker,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Herman Deru memastikan akan all out mendukung PMI seperti dilakukannya saat menahkodai Kabupaten OKU Timur. Dengan pendanaan terbatas mereka masih bisa memprakarsai agar masyarakat tahu golongan darahnya sendiri. Kemudian menyediakan ambulans dengan fasilitas terbaik di Indonesia.
“Kami mulai dari nol karena OKUT waktu itu adalah kabupaten baru. Saking minimnya dana kantor pun kami tidak ada. Karena itu saya upayakan kerjasama dengan BUMN. Pada dasarnya mereka ini mau membantu tapi itu tadi mereka mau lihat dulu hasil kerja kita,” terangnya.
Hanya saja, lanjut HD dengan bantuan pendanaan yanh diberikan Ia tak ingin PMI menjadi manja melainkan harus akuntable terutama dalam hal laporan keuangan. Hal ini penting agar organisasi ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan orang-orang tertentu.
“Saya ingin PMI berjalan sebagai organisasi sosial yang membantu masyarakat. Begitu pentingnya kehadiran organisasi ini bagi negara juga Sumsel. Selamat kepada Ketua terpilih ayo segera Libatkan PMI kab/kota. Jangan biarkan mereka jalan sendiri. Karena pendanaan mereka pas-pasaan. Harus ditrigger dan dorongan. Intinya mari berbuat serius agar dampaknya segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Sumsel Feby Deru mengajak jajaran Pengurus PMI Provinsi dan Kabupaten/Kota serta para Relawan PMI Sumsel, untuk bekerja keras membangun PMI yang kuat dalam rangka meringankan beban masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemeliharaan kesehatan.
“Selain kami juga membutuhkan dukungan yang sama kami harapkan dari para pengusaha, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Pemangku Kepentingan lainnya. Kepada Pengurus Pusat PMI kami selalu meminta bantuan untuk membantu PMI Sumsel berupa penyediaan ambulans, tangki air, dan alat kesehatan lainnya,” tukasnya. Rip
Baca juga :  Toko Buku Berkonsep Perpustakaan untuk Tarik Minat Baca

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita