oleh

Gubernur Minta Inventarisir Semua Adat Budaya Sumsel Agar Tak Punah

Kolom:Budaya|24 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Inventarisir semua adat dan budaya semua suku di Sumsel. Demikian pesan Gubernur Sumsel, Herman Deru kepada Pengurus Pembina Adat Sumsel yang datang beraudiensi dengannya, di ruang tamunya, Jum’at (28/08).
Menurut Deru, di wilayah Sumatera, Sumsel memiliki keunikan tersendiri yakni memiliki lebih banyak suku dibandingkan daerah seperti Aceh, Lampung, Bengkulu.
Oleh karena itu, dia mengatakan segala adat istiadat budaya baik berupa pakaian adat, menurutnya perlu diinventarisir agar tidak semakin punah.
“Saya ingin ada inventarisir khusus dari masyarakat adat. Jadi dibuatkan zonanya dan petunjuk. Inventarisir ini harus sesegera mungkin agar kearifan lokal ini tidak punah. Karena selama ini kita cuma bisa melihatnya di acara-acara pernikahan adat saja,” ujarnya.
Disampaikannya, inventarisir itu lanjutnya bisa dari hal-hal paling kecil seperti tanjak khas Sumsel yang berbeda-beda di tiap suku.
“Itukan bentuknya beda-beda. Nah sepakati dulu ini yang khas Sumsel yang mana. Baru kemudian baju adat dan lainnya. Bila perlu kita masukkan ini ke pelajaran muatan lokal di sekolah,” jelasnya.
Lebih jauh kata dia perbedaan itu justru jadi keunikan tersendiri bagi Sumsel, karena meski berbeda namun Sumsel tetap menjadi salah satu daerah yang paling damai di Indonesia bahkan terkenal dengan label zero konflik.
Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran serta semua elemen masyarakat termasuk pengurus pembina adat yang memang kompeten di bidangnya.
“Itu yang membuat kita unik. Dan kota juga terkenal sebagai suku yang suka berunding dan ini harus terus dipertahankan,” ucapnya.
Selain inventarisir zona dan pakaian, ia juga berencana membuatkan aturan baru untuk kepengurusan ini di Kabupaten/Kota. Dimana semua akan dihandle oleh provinsi.
“Bukan untuk dipisah-pisahkan tapi untuk kebersamaan dan biar ada kebanggaan buat pengurus juga,” tambah Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) untuk Indonesia tersebut,” kata dia.
“Saya ini Ketua DMDI Indonesia. Bagaimana Saya mau cerita kemelayuan se-Indonesia kalau di didaerah Saya sendiri tidak benar,” tambah dia.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pembina Adat Sumsel H. Albar Sentosa Subari mengatakan selain melaporkan rencana Program Kerja mereka tahun 2019-2024 mendatang, kedatangan mereka ini juga dalam rangka menghidupkan kembali pesirah adat di Sumsel.
“Pada akhir kalender nanti berencana membentuk pagelaran sampai rembuk adat dengan memanggil perwakilan 17 kabupaten dan kota untuk Rakor. Dan ini butuh sekali support dari Gubernur Sumsel,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Target Sebelum Asian Games 2018, Pemprov Sumsel Kembangankan Pariwisata di Sepanjang Sungai Musi

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita