oleh

Kriya Sriwijaya Ditargetkan Jadi ‘Icon’ Kearifan Lokal di Sumsel

Kolom:Budaya|42 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga Pembina Dekranasda Sumsel meresmikan gedung Kriya Sriwijaya di Palembang, Rabu (12/08). Peresmian gedung Kriya Sriwijaya ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita dengan keris.
Dalam sambutannya, Gubernur Deru menyampaikan agar pemanfaatan Kriya Sriwijaya tidak hanya berfokus pada display produk mulai dari pakaian dan perhiasan saja. Terpenting adalah mempertahankan kearifan lokal.
“Tidak cukup dengan menampilkan busana daerah dan produk khas saja. Ini memang sudah baik. Tapi bagaimana mempertahankan kearifan lokal. Ini penting. Anak-cucu kita kelak harus mengetahui bagaimana proses pembuatan kain tenun songket, kain sulam, dan sebagainya. Pertahankan kearifan lokal kita,” katanya.
Selain mempertahankan kearifan lokal, menurut dia, Kriya Sriwijaya harus mengutamakan kerja keras sehingga keberadaannya bisa bersaing di tengah arus kompetisi yang hebat. Kemajuan dunia digital dan teknologi saat ini tak dapat dipungkiri bisa menggerus proses produksi dengan cara-cara tradisional.
“Karenanya saya minta kepada Ketua Dekranasda Sumsel agar bisa memikirkan bagaimana caranya supaya Kriya Sriwijaya ini mampu berdiri tegak bersaing dengan industri lainnya. Tak hanya Kriya Sriwijaya yang di sini saja, tapi juga di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.
Kriya Sriwijaya harus bisa menjadi epicentrum bagi masyarakat luar Sumsel. Oleh sebab itu perlu kualitas barang yang dibuat oleh para pelaku IKM yang terbaik, melalui pelatihan ketrampilan bagi para pengrajin dan pelaku IKM jika diperlukan.
“Tempat ini bisa menjadi pusat edukasi, baik bagi para pengrajin juga masyarakat umum. Menjadi pusat pengembangan dan promosi bagi pelaku usaha,” terangnya.
Dia menambahkan pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelaku ekonomi. IKM maupun UKM yang ada di Sumsel diharapkan bangkit kembali di tengah pandemi.
“Menghidupkan Kriya Sriwijaya ini tanggung jawab kita bersama. Tak hanya tanggung jawab Pemprov melalui Dekranasda, tapi juga dengan dukungan semua pihak dari BUMN/BUMD, perbankan serta para OPD yang terkait ataupun tak terkait langsung,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel Feby mengatakan pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya yang selama ini digunakan sebagai sekretariat Dekranasda belum termanfaatkan secara maksimal.
“Pak Gubernur Sumsel mendukung pemanfaatan gedung Kriya Sriwijaya ini sebagai pusat edukasi, pengembangan, dan promosi bagi pelaku usaha. Nantinya berbagai kegiatan dan kreativitas akan digelar di sini,” ungkapnya.
Kriya Sriwijaya ini, ditambahkan dia akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin mempelajari proses pembuatan kerajinan yang ada di Sumsel.
Sebagai pusat pengembangan, Kriya Sriwijaya juga menjadi etalase berbagai produk kerajinan berbagai kabupaten/kota di Sumsel.
“Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo menyelenggarakan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Berbagai kegiatan yang dilakukan Kriya Sriwijaya sebagai bentuk dukungan kepada pelaku IKM/UKM selama pandemi. Serta merupakan kegiatan nyata dalam melestarikan budaya dan adat-istiadat Sumsel sehingga tetap terpelihara,” tukas dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan Kriya Sriwijaya dapat menjadi tujuan wisata bagi para tamu yang datang berkunjung dari luar Sumatera Selatan. Rip
Baca juga :  Datangkan Pakar Sosial Dari Berbagai Negara, HIPIIS Gelar Konferensi Internasional

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita