oleh

Tuan Rumah Bonn Challenge, Kesempatan Sumsel Promosi di Mata Dunia

Kolom:Budaya|3 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Selain kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang menjadi salah satu destinasi utama yang bakal dikunjungi para peserta Bonn Challenge, Pulau Sembilang juga turut dipersiapkan untuk menjadi lokasi kunjungan.

Hal ini diungkapkan Muhammad Sidik dari senior advisor bidang perhutanan sosial GIZ , senin (16/01). Menurut Sidik, terpilihnya Sumsel sebagai tuan rumah Bonn Challenge pada Maret mendatang merupakan kesempatan bagus untuk mempromosikan wisata yang ada di Sumsel dan menyajikan penampilan terbaik.

Kepercayaan yang diemban Sumsel sebagai tuan rumah juga tak lepas dari keseriusan Pemprov Sumsel yang selama ini secara konsisten dalam memerangi kerusakan hutan dan kebakaran lahan.

Baca juga :  FBBI Sumatera Selatan Apresiasi Natal Bersama Tingkat Nasional

Sebagai tempat pelaksanaan Bonn Challenge, provinsi Sumsel akan mempersiapkan sebuah komitmen besar terkait ekonomi dan lingkungan dalam sebuah dokumen besar  yang saat ini sedang difinalisasi untuk diangkat dalam kegiatan Bonn Chalenge akan dilounching yankni greenroad Sumsel.

“Greenroad Sumsel ini adalah planningnya pemprov Sumsel terkait keseriusan mengenai pembangunan ekonomi dan target capaian konservasi,”jelasnya.

Sebelumnya seperti diketahui sekitar 400 hektar hektar hutannya termasuk lahan kritis akibat pembalakan liar, perambahan, serta karhutla yang menyebabkan degradasi. Sehingga perlu diantisipasi secara maksimal.

Baca juga :  Gubernur Sanjoi Tokoh Tionghoa di Sumsel

Selanjutnya pada saat pelaksanaan Bonn Challenge IV, peserta akan diajak melihat secara langsung kondisi lingkungan terutama yang ada di Taman Nasional Sembilang.  Lalu ada acara lain yakni welcome speech  yang akan dilaksanakan oleh Gubernur Sumatera Selatan dan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta jika tidak ada halangan akan dihadiri oleh Presiden atau wakil presiden RI.

The Bonn Challenge  adalah sebuah  inisiatif restorasi terbesar dunia tentang kepedulian terhadap lingkungan serta merupakan upaya global untuk secar bersama-sama mengembalikan 150 juta hektar lahan terdegradasi dan gundul di dunia hingga pada tahun 2020 mendatang.

Baca juga :  MAHAKAM ULU DARURAT NARKOBA

The Bonn Challenge diluncurkan oleh Pemerintah Jerman dan ICUN (The International Union for Conservation of Nature) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam di Bonn pada 2 September 2011 silam. Bonn Challenge sendiri hadir sebagai jawaban terhadap tantangan yang ada melalui prinsip-prinsip Forest Landscape Restoration, yang nantinya melalui proses jangka panjang mampu  mewujudkan  kembali integritas ekologi yang pada akhirnya akan berefek terhadap kesejahteraan umat manusia.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita