oleh

Bangun Rusunawa Asrama Mahasiswa, Polsri Dapat Hibah Lahan dari Pemprov

Kolom:Ekonomi|19 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dengan agenda yang padat di Jakabaring, Gubernur Sumsel H.Alex Noerdin masih menyempatkan diri menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama dan Menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Tanah untuk Pembangunan Rusunawa Asrama Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, di Perumahan Dosen Poltek Kelurahan Bukit Lama, Kamis (23/08).

Disampaikan Alex, hibah lahan Pemprov Sumsel kepada Kemenristek Dikti seluas 6.3 hektar ini bertujuan memudahkan aktivitas pendidikan bagi mahasiswa Polsri sebagai calon generasi baru. Dengan tersedianya hunian yang nyaman dam representatif diharapkan dapat menghasilkan SDM Sumsel yang semakin berkualitas ke depan.

Baca juga :  AKUMANDIRI Mulai Merambah Dunia SMK di Sumsel

“Tahun ini Polsri sudah menduduki ranking kedua sebagai Poltek terbaik di Indonesia setelah Surabaya. Dengan 23 prodi yang luar biasa bahkan ada sarjana terapan Polsri harus siap bersaing. Tahun depan depan kabarnya kita jadi nomor satu,” ucap Alex.

Ia menyampaikan, dari 23 Prodi yang dipaparkan Direktur Polsri, Alex tampak sangat tertarik dengan Prodi Teknik Energi yang disiapkan Polsri. Usai Perhelatan Asian Games diapun berpesan kepada civitas akademik di Polsri untuk mengarahkan mahasiswa mereka mengembangkan demplot Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sollar cell 2 megawatt yang akan dibangun di Jakabaring.

Baca juga :  Pembangunan Convention Hall di Jakabaring Dipastikan Pemprov Sumsel Berjalan Lancar

“Nanti di masa mendatang suplai energi akan berubah H20 akan diubah menjadi H2 yang bisa dipakai kendaraan roda 2 dan 4. Sekarang sudah ada kendaraan hydrogen car di Jakabaring. Nah mahasiswa Polsri bersama Unsri harus bisa mengembangkan teknologi high end ini,” jelas Alex.

Terpisah, Direktur Utama Polsri, Ahmad Taqwa mengatakan, saat ini Polsri memiliki 7000 lebih mahasiswa. Sampai penerimaan terbaru, peminatan Polsri dikatakannya sangat tinggi mencapai 35.000. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 2000 mahasiswa setiap tahun.

Baca juga :  BSB Cash dan Layanan Laku Pandai Konsumen Gak Perlu Antri

Dikatakannya, selain rusunawa untuk mahasiswa di lahan ini nantinya akan dibangun juga bangunan untuk campus teaching factory. Sehingga mahasiswa akan diajak mengembangkan pembangunan rumah knock down menggunakan sertifikasi bekerjasama dengan Korea.

“Di lahan ini akan kita gunakan untuk pengembangan rumah cetak bangun. Untuk mahasiswa teknik lainnya juga ada,” tukasnya


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita