oleh

BUMDES Mukti Bersama Terapkan Teknologi Tepat Guna

Kolom:Ekonomi|43 kali dilihat

NuansaKita – Sekayu : BUM DESA MUKTI BERSAMA dalam merealisasikan hasil Pelatihan BIMTEK TTG DAN PENGEMBANGAN USAHA BUM DESA, di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta tahun 2018,yang mana dalam Bimtek tersebut belajar pembuatan pupuk organic dari kotoran hewan terutama limbah kotoran sapi.   Mengingat bahan baku di Desa Sidomukti kec.Plakat Tinggi Musi Banyuasin relatif banyak dengan populasi ternak sapi kurang lebih dua ribu ekor. Acara ini di hadiri  Oleh Staf kecamatan Plakat Tinggi,Staf BPP Plakat Tinggi, TPID Plakat Tinggi dan Partisipasi dari desa tetangga. Hal ini Disampaikan Yudhi Habibie,ST MAP Tim Ahli Teknologi Tepat Guna Kab. Musi Banyuasin (TA TTG) kepada media NuansaKita, Sekayu Rabu, (03/07/2019).

Baca juga :  Gubernur Minta Pelabuhan TAA Segera Dihidupkan Kembali

Yudhi Mengatakan, Mengingat potensi untuk pengembangan usaha Bum Desa dan peningkatan perekonomian warga Desa Sidomukti, Bum Desa Mukti Bersama menjalin kemitraan dengan LPPM Institut Tekhnologi Bandung. Kemitraan ini berupa pendidikan dan pelatihan kepada Masyarakat Desa Sidomukti dengan sasaran utama meliputi Petani Ternak, Petani Karet, dan Petani Sawit. Diharapkan dengan pelatihan ini, petani dapat dapat mandiri dalam kebutuhan pupuk sehingga dapat menjadi Petani Mandiri Yang Berkelanjutan.

Dengan usaha ini, maka petani akan mendapat dobel keuntungan dari pengolahan limbah ternaknya. Atas dasar pemahaman bahwa harga pupuk kimia dari waktu ke waktu selalu naik harganya dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi,maka petani akan mendaptakan keuntungan Rp, 3.000.000,per semester dari pemakaian pupuk organic. Karena petani tidak perlu lagi membeli pupuk Kimia.

Baca juga :  Pengerjaan Ruas Jalan Tol Palindra Terus Di Kebut

Dijelaskan Alumni Teknik Sipil Univ. Palembang, Dan petani ternak dapat keuntungan dari penjulan limbah ternaknya. Karena selama ini limbah ternak hanya menjadi sampah ,dengan adanya kemitraan ini maka limbah tersebut dapat bernilai ekonomis.

Bum desa Mukti Bersama sebagai motifator dan motor penggerak dalam pemanfaatan limbah ternak ini akan membuat pertanian sayur organic. Dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah masing-masing dan di harapkan dalam waktu beberapa bulan ke depan Desa Sidomukti menjadi sentra produksi sayuran organic di Musi Banyuasin.

Baca juga :  Sumsel Punya Potensi Besar di Bidang Pertanian

Dan dari semua usaha warga desa Sidomukti ini akan di kelola oleh Bum Desa Mukti Bersama. Kemitraan dengan ITB ini akan berlangsung sampai dengan desa Sidomukti Mandiri dalam usahanya.
Adapun kendala dalam program ini yaitu minimnya pengetahuan akan manfaat limbah ternak sapi dan Bum Desa Mukti Bersama kesulitan dalam hal permodalan.
“Untuk itu Bum desa Mukti Bersama Berharap akan adanya perhatian pemerintah, Baik Pemerintah Kabupaten Musi Banyasin, ataupun Pemerintah Propinsi, atau Pihak ketiga,”Pungkasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita