oleh

Bupati dan Walikota di Sumsel Diminta Segera Belanjakan APBD

Kolom:Ekonomi|78 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Menindaklanjuti hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada 15 Juli lalu, hari ini Selasa (21/07), Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengumpulkan seluruh bupati dan walikota, jajarannya dan instansi terkait se Sumsel di Griya Agung guna memberikan pengarahan khusus.
Dalam arahannya itu, Gubernur Deru menekankan agar bupati dan walikota se-Sumsel segera memaksimalkan penyerapan APBD di masa pandemi Covid.
“Instruksi saya belanja. Belanjakan uang yang ada secepatnya agar APBD ini dapat menstimulan pergerakan ekonomi di lapangan,” tegas Deru usai memberikan pengarahan.
Dengan aksi ini, ia berharap pertumbuhan ekonomi Sumsel pada tahun ini tetap mendekati 6%. Namun demikian, dirinya juga mengingatkan agar proses pemulihan ekonomi ini jangan sampai meninggalkan protokol kesehatan.
“Semua parah, tapi kita Alhamdulillah menurut data BI pertumbuhan ekonomi Sumsel masih stabil di angka 4,98%,” lanjut dia.
Meski demikian, ia tak menampik potensi penurunan pertumbuhan ekonomi dapat terjadi jika bupati dan walikota tidak segera membelanjakan APBD nya karena APBD ini merupakan stimulan penting bagi roda perekonomian.
“Orang kan kalau mau beli kuliner harus ada uang. Nah, kalau uang gak berputar ada di kas saja kan tidak bisa,” ujarnya.
Hingga saat ini, dikatakannya rata-rata daerah baru membelanjakan 20-40 % saja dari anggaran mereka. Bahkan sektor yang dibelanjakan juga masih terbatas berupa belanja sembako untuk bantuan ke masyarakat.
“Tapi sektor buruh, tukang angkut, pertanian bagaimana kalau baru sektor itu yang dibelanjakan. Ini yang harus kita sadari bahwa peredaran uang dari kas kita adalah stimulan ekonomi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mempersilahkan bupati dan walikota melakukan improvisasi. Selama tidak ada mens rea, atau kick back ia menganjurkan daerah untuk mulai belanja. “Yang penting, harus ada pengadaan, distribusi dan penerimanya,” tegas Deru.
Untuk memulihkan ekonomi sesuai arahan pusat, dia memastikan segera menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah. Dia pun sudah melibatkan OJK, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bahkan Bank Sumsel Babel (BSB). Dengan harapan Rp4,4 triliun kuota KUR untuk Sumsel dapat tersalur maksimal.
“Sekarang KUR ini baru tersalur 30%. Kendalanya inventarisasi laporan awal pada analisis capon debitur. Tapi kita sudah punya model yang berhasil di Kecamatan Muara Telang Desa Talang Rejo, Banyuasin. Ini akan kita jadikan contoh bagi kabupaten kota lainnya,” tambahnya.
Di desa itu, kata Deru, petani sudah bisa mendapatkan pinjaman ke bank. Di sana Kepala Desa mengambil peran penjaminan. Sehingga meski tanpa agunan petani dapat menggunakan kredit untuk mengolah sawah. Pinjaman yang didapat sangat bervariasi hingga Rp20 juta.
“Di Sumsel setelah level kabupaten selesai, untuk KUR di bawah Rp50 juta jika analisisnya jelas, usaha dan cara bayar serta potrnsi bayarnya jelas Pemprov juga bersedia menjadi penjamin,” ungkapnya.
Di tempat sama, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengaku sangat senang dengan inisiasi Gubernur Sumsel memanggil semua bupati dan walikota se-Sumsel hari ini. Sebab, dengan adanya arahan untuk membelanjakan APBD ini mereka semakin yakin melangkah ke depan.
“Dengan arahan ini semuanya menjadi lebih jelas. Secepatnya kita akan tindaklanjuti arahan Gubernur Sumsel,” singkat dia. Rip
Baca juga :  Pinjam Uang di Bank Bisa Gunakan Teknologi Informasi

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita