oleh

Bursa Inovasi Desa Tahun 2019 di Musi Banyuasin Cluster Keluang dan Babat Supat

Kolom:Ekonomi|153 kali dilihat

NuansaKita – Muba : Kecamatan Babat Supat dan Kecamatan Keluang bersama Tim Inovasi Desa (TPID) menyelengarakan Bursa Inovasi Desa tahun 2019 di halaman gedung kantor kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin. Penyelenggaraan Bursa tersebut dihadiri oleh 29 Desa dengan masing-masing utusan yaitu: kepala desa, BPD dan satu keterwakilan perempuan, Senin, (29/07/2019).

Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) ini diselenggarakan untuk menjebatani pemerintah desa dalam hal inisiatif proses perencanaan program pembangunan dan pemberdayaan yang inovatif, solutif dipenggunaan Dana Desa tahun 2020, hal ini diutarakan Budianto, S.T selaku Tenaga Ahli Kabupaten Musi Banyuasin.

Budi menjelaskan, alur kegiatan BID yang diselengarakan agar desa di perkenalkan dengan pelaku-pelaku program pembangunan desa dan pemberdayaan yang dinilai inovatif berkembang di masyarakat dan di desa-desa, baik desa yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin maupun desa secara nasional. Kegaiatan BID ini juga sebagai langkah menjaring inisiatif/ide kegiatan pembangunan dan pemberdayaan yang belum terdokumentasikan kedalam materi bursa. Target BID yaitu menjaring komitmen Pemerintah Desa untuk mengadopsi atau mereflikasi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif. Dan sebagai ruang konsultasi desa dalam pelaksanaan dukungan terdapat Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD).

Baca juga :  Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19 Terus Disalurkan

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muba H.Richard Chahyadi AP, M.Si di wakili Kepala Bidang PM TTG Sahidi, S.Pd. M.Si mengatakan : Kepala Desa sebagai ujung tombak pemerintah harus memiliki semangat untuk berinovasi dan berkreasi dalam memanfaatkan dana desa, agar pemanfaatan dana desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli desa melalui unit kegiatan ekonomi makro pedesaan salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta memanfaatkan Teknologi Tepat Guna.

“ kedepannya pemerintah desa harus dapat menggali potensi yang berada didesa dan harus berani mewujudkan “desa mandiri” sehingga kedepan desa tidak lagi ketergantungan dengan dana desa maupun subsidi bantuan lainnya dari pemerintah.  Saya harap kegiatan Bursa Inovasi Desa ini dijadikan ajang diskusi, bertukar pengetahuan, pengalaman, dan konsolidasi desa dalam pegunaan dana desa (DD) yang ada disetiap desa oleh pelaku program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) dalam menyukseskan pelaksanaan dana desa. “Harapnya.

Baca juga :  Kabar Gembira, Gubernur Sumsel Perjuangkan Penambahan Insentif Untuk Guru Non PNS

 

Dalam sambutan ketua pelaksana BID Cluster Keluang dan Babat Supat Susandi mengucapkan terimaksih kepada seluruh peserta tamu undangan yang mengikuti acara tersebut. Terutama kepada Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan Tenaga Ahli/PD/PLD P3MD yang telah membantu keterlaksanaanya kegiatan BID tahun 2019. Selain itu dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Pihak Panitia mengundang BUMN PT.Semen Baturaja, PT.Pusri yang diharapkan dapat berkonsultasi langsung tentang kerjasama yang bisa dilaksanakan.

Dalam kesempatan ini juga Budianto, S.T selaku pemandu kegitan BID ini (Tenaga Ahli Kabupaten) menyampaikan bahwa : Bursa Inovasi Desa tahun 2019 Clauster Keluang dan Babat Supat menghasilkan 29 komitmen yang diduplikasi/replikasi oleh desa melakui APBDes tahun 2020 yang meliputi 3 bidang : Bidang Infrastruktur, Bidang Kewirausahaan, dan Bidang Sumberdaya Manusia .“Pungkasnya.

Baca juga :  BI Gelar Ekspo Syariah

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita