oleh

Gubernur Instruksikan Bupati Banyuaisn Tancap Gas Kejar Tiga Besar Produksi  Pangan Nasional

Kolom:Ekonomi|24 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru melakukan panen raya padi sawah lebak sekaligus perluasan areal tanam baru IP 200 bersama Bupati Banyuasin Askolani, di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.
Dikatakan Herman Deru kedatangannya ini bukan sekedar ikut panen bersama. Lebih jauh dari itu, ia mengaku sengaja datang  untuk menyemangati para petani karena meski di tengah pandemi dan puncak kemarau petani Banyuasin tetap bisa panen padi.
Menurutnya, itu juga sebagai bentuk apresiasinya pada petani yang masih mau mempertahankan lahan pertaniannya di era yang semakin modern.
“Kita harus jaga semangat petani agar tidak mengalih fungsikan lahan pertaniannya. Dari sekarang posisi empat besar nasional dengan perbaikan data dan SDM, injak gas sedikit lagi lalu gas pol kita yakin Banyuasin bisa segera masuk 3 besar nasional menyusul Indramayu,” tegas Deru.
Ia menambahkan, target itu harus dibarengi peraturan dari Bupati setempat. Sehingga lahan yang ada dapat dimaksimalkan untuk pertanian dan tidak dialihfungsikan menjadi perumahan atau investasi lainnya.
Dilanjutkan dia, Indonesia dengan anugerah alam yang sangat subur sangat mungkin menjadi lumbung pangan dunia. Dan Sumsel dengan hasil pangan berlimpah dan menjadi nomor lima penghasil pangan terbesar nasional sangat berpotensi menjadi gerbang ekspor.
Guna meralisasikan hal itu, kata Deru, provinsi maupun kabupaten harus berjalan beriringan melakukan intensifikasi dan membedah poin-poin apa yang harus diperbaiki agar bisa bersaing dengan pulau Jawa.
“Harus kita bedah masalahnya. Misal Indramayu bisa oanen tiga kali, kenapa kita tidak bisa. Kemudian Indramayu bisa panen 6-7 ton per hektare kota baru 4-5 ton kota cari masalahnya dimana,” bebernya.
Agar Sumsel dan kabupaten bisa masuk 3 besar penghasil pangan terbesar nasional, konsennya tak hanya peningkatan produksi pertanian saja. Tahun depan, pihaknya bahkan menyiapkan 1000 tenaga PPL khusus pertanian.
“Sumsel bisa peringkat 5 inikan sumbangsih Banyuasin juga. 1000 PPL yang akan kita angkat itu akan kita bagi per zona. Jadi pak Bupati gak boleh slow,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani Jasi menambahkan keberhasilan wilayahnya mendapat peringkat keempat terbanyak penghasil padi nasional adalah berkat dukungan total dari Gubernur Sumsel.
“Harus kami akui sejak dibantu Pak Gubernur, petani yang tadinya panen sekitar 3-4 ton per hektare meningkat menjadi 4-6 ton. Biasanya sekali panen sejak dibantu Gubernur sekarang bisa 2 kali setahun baik melalui program SERASI 68.000 hektare dan bantuan Alsintan,” jelasnya.
Support itu, kata Askolani tak terbatas pada itu saja tapi juga perhatiannya yang luar biasa pada program Banyuasin Bangkit.
Lebih jauh ia mengatakan sangat percaya diri bahwa mereka bisa segera menyusul Kabupaten Indramayu. Selain semangat petani Banyuasin yang memang besar untuk mempertahankan lahannya, juga potensi mereka yang sangat besar untuk memperluas areal tanam.
“Kalau daerah Jawa kan tidak mungkin lagi. Sementara kita masih sangat mungkin menambah luas tanam itu. Dibandingkan kab kota yangblain se Indonesia kita sangat bisa sekali makanya kita pede sekali,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Pembeli Sepi, Pedagang Pasar Kuto Pilih Jualan Di Luar Lapak

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita