oleh

Light Rail Transit (LRT) Palembang Digelontorkan Dari Sindikasi Enam Bank Dan Lembaga Keuangan

Kolom:Ekonomi, Nasional|9 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, memang LRT pekerjaan yang sangat baik, di atas rata-rata dan suatu prestasi dan akan selesai sesuai waktunya. “Progres ini sudah mencapai sekitar 20 persen dan semoga sebelum Asian Games sudah selesai,” harap Menhub saat sidak ke lokasi pembangunan LRT. Sabtu (15/10).

Menteri Budi menambahkan, proses tentang anggaran waskita itu masih dilakukan. Di satu sisi harus, tetapi harus governent. “Kami ingin semua proyek ini lancar dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi proses anggaran itu tinggal finalisasi saja,” kata Menhub sembari mengatakan, dirinya bercita-cita untuk membuat sistem transportasi modern. “Setiap moda transportasi itu bisa terintegrasi sehingga bisa menjadi contoh bagi kota-kota yang lain di Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga :  Datangkan Pakar Sosial Dari Berbagai Negara, HIPIIS Gelar Konferensi Internasional

Sebagaimana diwartakan, PT Waskita Karya telah menerima pinjaman pembiayaan yang digelontorkan dari sindikasi enam bank dan lembaga keuangan senilai Rp4,59 trilliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan Proyek Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Keenam anggota sindikasi tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk , PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).

BNI berlaku sebagai Original Mandated Lead Arranger & Book Runner, dan BTMU sebagai Mandated Lead Arranger. Adapun BRI, PT SMI dan bank bjb sebagai Arranger, dan Bank Sumsel Babel sebagai partisipan. Dalam kesepakatan tersebut BNI memberikan komitmen senilai Rp 1,99 triliun, BTMU Rp 750 miliar. Kemudian PT SMI, BRI, Bank BJB masing-masing Rp 500 miliar, serta Bank BPD Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar.

Baca juga :  KNPI Gelar Mimbar Tokoh Pemuda

Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta mengatakan, dukungan BNI dalam kredit sindikasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur.
Pembangunan LRT ini dalam jangka pendek akan memberikan manfaat terhadap kelengkapan infrastruktur yang digunakan selama Pesta Olahraga Se-Asia alias Asian Games 2018.Adapun dalam jangka panjang, LRT tersebut akan mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya dengan moda transportasi yang lebih nyaman dan lebih terjangkau.

“Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan infrastruktur-infrastruktur penting tersebut,” kata Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry dalam keterangan resmi, Jumat (30/9).  Seperti dikutip laman kompas.com, proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan oleh WSKT mulai Oktober 2015 sampai dengan Juni 2018, atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut Rp12,59 triliun.

Baca juga :  Sudah 61 Persen, Jembatan Musi VI Masih Terkendala Pembebesan Lahan

Berdasarkan Perpres 116/2015 jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City. Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 (tiga belas) stasiun dan 9 (sembilan) sub stasiun, serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 350 meter. (Sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita