oleh

PD Pasar Jaya Tak Perduli Bangunan Pasar, Hanya Pikirkan Retribusi

Kolom:Ekonomi|31 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Keadaan pasar Kertapati kota Palembang sangat memprihatikan pasalnya sudah sepi pembeli dikarenakan bangunanya rusak dan berantakan. Masalah yang dihadapi PD Pasar dalam menyusun dan merincikan persoalan yang ada dilapangan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Persoalan yang dirasakan pedagang seperti persaingan antara pedagang pasar disimpang sungki dan retribusi yang lumayan besar merupakan salah satu faktor yang memberatkan memberatkan pedagang, padahal pasar ini sepi pembeli namun masih ada tagihannya. Hal ini membuat Wakil walikota Palembang Fitriyanti Agustinda saat datang ke pasar kertapati, Selasa (17/1).

Baca juga :  Stok Beras Bulog Divre Sumsel Hanya untuk 7 Bulan

“Ya seperti yang disampaikan semua pedagang di pasar Kertapati ini, mereka meminta agar pedagang diluar pasar Sungki untuk berjualan di dalam pasar Kertapati karena disini (pasar Sungki) sudah sepi,” ujar Finda.

Ditambahkanya bangunan pasar ini sudah tidak terawat lagi, sudah sepi dan tidak ada pembeli, masalah ini akan kita kaji ulang lagi dari sisi pengelolaanya, dari pasar tersebut berdasarkan informasi dari pedang kami melihat secara langsung pasar Sungki.

“Memang disana ada banyak pedagang yang berjualan diluar, nanti secara perlahan-lahan kita ajak mereka untuk tertib serta berjualan kedalam di pasar Sungki misalnya yang sekarang sudah sepi. Semua sudah saya dengarkan keluahannya dan secara langsung mengajak mereka untuk tertib agar berjualan kedalam,”tambahnya.

Baca juga :  Progres Capai 69 Persen, LRT di Palembang Dikebut

Sementara itu Kepala pasar Kertapati H. Hasani D. mengaku jika kami dari pengelola pasar sudah berulang kali mengajukan masalah ini ke pihak PD Pasar, namun belum ada rekomendasi dari pihak terkait.

“Kami telah berupaya mulai dari membujuk pedagang tersebut agar berjualan di dalam serta melihat kondisi pasar yang sudah tidak terawat lagi, khusunya dilantai atas itu sudah sepi dan ada yang sudah hancur sebagian bangunanya,”jelasnya.

Terlepas dari itu, salah satu pedagang pasar Kertapati H.Saberdas (59), mengatakan kami disini dalam satu hari saja Rp.7

Baca juga :  AKUMANDIRI Mulai Merambah Dunia SMK di Sumsel

ribu harus mengeluarkan uang. Belum lagi uang bulanan Rp 50 ribu. Kami meminta agar Pemerintah segera memperbaiki semua ini, sudah tidak ada pembeli pedagang sepi.

“Tidak banyak-banyak permintaan kami, kembali ramaikan pasar ini seperti yang dulu lagi,”tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita