oleh

Pembangunan Pipanisasi Gas Bumi Palembang-TAA-Muntok Harus Dipercepat

Kolom:Ekonomi, Headline|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pembangunan Pipanisasi Gas Bumi Ruas Jalan Palembang-Tanjung api-api-Muntok diminta Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin agar diprioritaskan, sehingga pengerjaannya harus dipercepat.

Menurut Alex, untuk itu ia meminta PT. PDPDE benar-benar serius menggarapnya, terutama saat presentasi di BPH Migas, hari ini Selasa (06/03) di Jakarta.

“Kami berkomitmen kerjasama ini jadi. Ini penting dan harus diprioritaskan,” tegas Alex.

Mengenai materi presentasi ini lanjut Alex harus dilengkapi terutama dengan penambahan peta jalur-jalur mana saja yang akan dipipanisasi. Menurutnya momentum itu tidak selamanya ada oleh sebab itu semua pihak harus mengambil tindakan yang cepat. Terlebih paling lambat akhir April mendatang harus sudah membuat feasibility study dan Front end Engineering Design.

“Kita harus bisa meyakinkan BPH Migas kalau kita bisa membangun ini karena penggunaan gas lebih murah dibandingkan HSD. Pastikan juga suplai gas dari Chonoco Philips mencukupi untuk di KEK TAA dan Muntok. Karena kebutuhan gas di KEK TAA itu nanti pasti sangat banyak,” tambahnya.

Baca juga :  Disperindag Sumsel Lepas Kewenangan Tera, Kabupaten/Kota Belum Siap

Sementara itu, Direktur PT. PDPDE Syamsurizal membenarkan bahwa deadline BPH Migas adalah di akhir bulan April, jika tidak pembangunan pipanisasi ini akan dilelang. Melalui stafnya, Syamsyurizal rencananya akan memaparkan soal perbandingan penggunaan pipa gas dengan kabel bawah laut.

“Membangun pipa gas ini secara overall lebih murah 60 persen dibandingkan membangun kabel bawah laut. Dan untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Bangka sebanyak 117 megawatt dibutuhkan 200 juta HSD ( dalam rupiah). Dengan pipanisasi ini kita bisa efisiensi Rp85 juta rupiah perhari atau 25%,” jelasnya.

Baca juga :  7 Bulan Gaji Guru Honor SMK Negeri Margodadi Belum Dibayarkan

Lanjut Syamsurizal, PT.PDPDE setidaknya sudaj dua kali melakukan rapat dengan BPH Migas dalam rangka menindaklanjuti rencana MoU dengan PT. Lima Pacific Energy dalam rangka rencana kerjasama dan Investasi Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Jalan Palembang-Tanjung Api-Api-Muntok.

“Memang ini harus dipercepat karena sudah mau deadline. BPH Migas ingin kita presentasi berapa banyak kebutuhan gas dan minyak untuk pembangkit di Pulau Bangka, serta suplai untuk ke KEK TAA,” tambah dia.

Sedangkan Dirut PT.LPE Hendrik Kawilarang, melalui stafnya mengakui kalau rencana pipanisasi Palembang- TAA Muntok masih banyak kekurangan di sana sini. Karena itu sebagai pendatang, mereka berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, agar niat mereka berinvestasi dibuka seluas-luasnya.

Baca juga :  Sumsel Terima Barang Hibah Sea Games 2011

“Soal adanya evaluasi kami terima. Dan terkait maslaah teknis akan kami matangkan kembali antara PT.PDPDE dan LPE. Sejauh ini sudah sekitar 5 kali kami membahas soal pelaksanaan pekerjaan ini. Kami melihat potensi penggunaan gas pipa di kawasan KEK TAA sangat besar mencapai 270 mmbtu,” ungkapnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita