oleh

Pembeli Sepi, Pedagang Pasar Kuto Pilih Jualan Di Luar Lapak

Kolom:Ekonomi|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sudah Tiga tahun lapak di pasar Kuto Baru banyak yang kosong. Pasalnya, banyak pedagang yang lebih memilih berjualan ngampar.

Kepala pasar Kuto Baru, Syafruddin mengatakan, sudah dua tahun banyak lapak yang kosong. “Pasar Kuto Baru dibangun tahun 2012. Saat itu pedagang disini ramai, jadi kami menambah lapak lagi,” kata Syafruddin, (21/01/2017).

Pasar Kuto Baru menambah lapak 200 lebih untuk digunakan oleh pedagang sayuran, ikan dan daging. “Tapi setelah lapak ditambah, banyak pedagang tidak mau berjualan di dalam, mereka lebih memilih berjualan ngampar,” ujarnya.

Baca juga :  Modal Rp. 100 Ribu, Gadis Ini Jadi Jutawan

Sebelumnya, pihaknya sudah bersosialisasi kepada pedagang agar menempati dulu lapak yang sudah disiapkan. Untuk masalah uang retribusi tidak usah dipikirkan dulu. “Kalau nanti ramai pedagang boleh langsung membayar,” bebernya.

Setelah lapak banyak kosong yang tidak terpakai, beberapa lapak yang ada di belakang kami robohkan. “Tahun kemarin kami berencana mau membuat lapangan futsal daripada lapak tidak digunakan. Setelah dirobohkan sampai sekarang belum dibuat karena terkendala dana,” imbuhnya.

Jumlah lapak di pasar Kuto Baru ada 200 lebih. “Untuk pedagang sekarang yang aktif cuma 60,” jelasnya.

Baca juga :  Kemenkop & UKM Gelar Konsultasi Pemberkasan Pendaftaran Merek dan Sertifikasi Halal

Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran, Halimah mengatakan, sudah berjualan di pasar Kuto Baru sejak dua tahun yang lalu. “Pertama kali saya pindah kesini saya berjualan di lapak yang baru dibangun, karena sepi dan banyak pedagang memilih berjualan ngampar, jadinya saya ikutan berjualan ngampar,” kata Halimah.

Ia menambahkan, dirinya belum berminat untuk berjualan di dalam lapak. “Mungkin jarak lokasinya sedikit jauh, jadi banyak pedagang yang takut kelilangan langganan jadi banyak yang berjualan ngampar,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita