oleh

SPIPISE Pantau Investasi Masuk

Kolom:Ekonomi|1 kali dilihat

Nuansakita – Palembang : Program SPIPISE  merupakan aplikasi yang cukup efektif karena langsung terkoneksi di seluruh dinas penanaman modal Provinsi maupun kota untuk memantau seberapa banyak investasi yang masuk, hal ini dikarenakan setiap investasi yang masuk harus ada izin penanaman modal.

Sangat efektif sudah jelas, berapa investasi, jumlah penyerapan tenaga kerja yang bisa langsung di entry di SPIPISE langsung dipantau oleh pusat. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Zazuli selaku ketua BPM-PTSP kota Palembang saat diwawancarai wartawan Nuansakita, Selasa (10/1).

Baca juga :  Temui Sekjen Kementerian Pertanian, Gubernur Deru Bahas Harga Getah Karet

Sistem SPIPISE ini digunakan untuk investasi yang besar seperti penanaman modal asing, perusahaan dengan modal-modal yang besar, sedangkan untuk investasi skala kecil akan di entry secara manual.

“Sekarang yang sedang digarap oleh BPM ini yakni aplikasi seperti SPIPISE untuk me-ngentry data dengan investasi skala kecil juga,”.

“Kalau sudah selesai terkoneksi aplikasi kita nanti maka akan mempermudah pembuatan surat Izin dengan berbasis online,  ucapnya,”.

Dalam akumulasi tahun 2016, total investasi  BPM ini  mencapai Rp. 2.852.939,4 triliun rupiah dari sumber investasi industri makanan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, konstruksi, perumahan dengan jumlah 50 proyek menurut sektor.

Baca juga :  Pasar 3-4 Ulu Butuh Renovasi Pemkot Palembang

“Sedangkan perkembangan proyek dan realisasi investasi PMDN persektor yakni mencapai Rp. 2.215.735,4  triliun dengan jumlah 334 proyek,” jelasnya.

Ahmad menambahkan, Dengan bertambah banyaknya pendaftaran untuk pengeluaran surat izin Penanaman modal, maka BPM PTSP bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) yang berlaku, “karena kantor ini sebagai pelayanan umum maka butuh pelayanan online yang maksimal dan mudah diakses,”.

“Apabila pemohon mendaftarkan berkas lengkap dalam satu (1) hari, maka berkas langsung dikirim ke pusat untuk selanjutnya di survey apakah usaha tersebut layak untuk diberikan surat izin, misalkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus melalui tatakota, dan apabila jenisnya usaha maka melalui dinas perindustrian, tutupnya.

Baca juga :  Pengusaha Kecil Ramai-Ramai Minta Gubernur Sumsel Promosikan Usahanya

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita