oleh

Stasiun LRT Masih Terkendala Utilitas

Kolom:Ekonomi|21 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kendala-kendala pembangunan 13 ramp (tempat penyebrangan) stasiun menjadi pokok bahasan dalam rapat perkembangan proyek Light Rail Transit (LRT) antara Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel dengan stakeholder terkait di aula gedung Dishub, Kamis (9/2).

Dalam pertemuan itu, Dishub meminta agar kendala-kendala dapat diatasi guna memperlancar pembangunan stasiun LRT.

Diungkapkan wakil ketua Project Managemen Pembangunan LRT, Afrian Joni dari hasil rapat, ada beberapa kendala yang mengemuka seperti masalah utilitas yang berada di sekitar lokasi pembangunan LRT dan desain lokasi stasiun dari pihak waskita karya.

Baca juga :  Kelangkaan Garam, Presiden Pastikan Cek Langsung

Utilitas yang dimaksud adalah tiang PLN, pipa gas ataupun pipa PDAM yang memungkinkan menghambat pembangunan stasiun LRT sehingga perlu koordinasi apakah utilitas itu dipindahkan atau mungkin lokasi stasiunnya digeser dari desain semula” ujar Afrian.

Berdasarkan kepentingan itu, kata Afrian pihaknya mengundang beberapa instansi terkait seperti PLN,PDAM,Telkom,PGN,waskita karya, dishub kota serta beberapa pihak kainnya.

Dalam kesempatan itu, ia menambahkan Dishub juga meminta agar waskita dapat fleksibel dalam menyikapi ini jika memang utilitas itu pada akhirnya tidak dapat dipindahkan maka waskita disarankan tidak memaksakan posisi stasiun seperti yang telah ditetapkannya namun disisi lain pihak-pihak pemilik utilitas juga dapat memberikan akses seluas-luasnya agar pembangunan berjalan lancar.

Baca juga :  Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Tahun 2019 di Musi Banyuasin Cluster Tungkal Jaya, Bayung Lencir, dan Sungai Lilin

Berbicara soal stasiun LRT nantinya, Pemprov menekankan kepada waskita karya agar memperhatikan empat variabel.

Empat variabel tersebut adalah estetika,material stasiun,kenyamanan penumpang dan dampak stasiun terhadap bangunan sekitarnya.

“Karena konsep desain ini belum fix dan masih dalam penyempurnaan makanya kita adakan rapat sebelum hasilnya kita sampaikan pada pak gubernur senin pekan depan” imbuh alfrian.

Dari 13 lokasi, kata afrian ada lokasi yang bersinggungan dengan utilitas seperti di jalan demang lebar daun dimana diarea itu bersinggungan dengan pipa PGN. Terpaksa diperlukan rekayasa ulang konsep desainnya.

Baca juga :  Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Disebut Tertinggi se-Sumatera

Afrian menambahkan, bentuk desain juga turut menjadi bahasan sebab bisa saja bentuk dan ukuran stasiun lainnya tidak sama namun mengenai motifnya akan mengkedepankan kearifan lokal.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita