oleh

Sumsel Siapkan Blue Print Pembangunan Berkelanjutan

Kolom:Budaya, Ekonomi, Headline|48 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan, the sustainable trade initiative (IDH) mengadakan acara Sosialisasi Penyadartahuan Kebijakan Yang Mendukung Pembangunan Ekonomi Hijau di Hotel Grand Zuri, jumat 04/11 kemarin

Ucok Hidayat staf gubernur Sumsel Bidang Pembangunan mengatakan bahwa saat ini sedang disusun dokumen tentang rencana pembangunan hijau di Sumatera Selatan atau Green Growth Plans of South Sumatra Province yang akan menjadi cetak biru atau blue print program pembangunan Sumatera Selatan yang berkelanjutan, sabtu (5/11).

Melalui regulasi yang mengatur pengelolaan lahan dan hutan, tanah dan air serta udara maka tujuan dari pembangunan secara lestari akan mudah untuk dicapai.

Baca juga :  Presiden Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah Ke Masyarakat Sumsel

Setiap aktivitas pembangunan yang bermotif ekonomi tentunya membawa pada perubahan dan memberi dampak baik secara positif maupun negatif.
Adalah menjadi tugas kita bersama untuk dapat memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak dari setiap pembangunan yang dilakukan tersebut agar tetap dapat juga dirasakan manfaat oleh generasi mendatang. Inilah sesungguhnya esensi dari pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan, Tegasnya.

Bagi Sumatera Selatan, pembangunan bidang ekonomi saat ini menghadapi beberapa tantangan terutama terkait dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kerusakan daerah aliran sungai.

Baca juga :  Lihat perkembangan Pembangunan Infratruktur, 3 Menteri Sambangi Sumsel.

Ucok juga mengungkapkan bahwa luas lahan gambut menjadi setiap aktivitas ekonomi diatas lahan tersebut lebih beresiko untuk terbakar.
Selain itu setiap kegiatan pembangunan daerah hulu dan hilir yang kurang seirama dan kurang memperhatikan fungsi DAS sebagai satu kesatuan akan berpotensi menimbulkan bencana banjir, kekeringan, penurunan kualitas air dan penurunan produktivitas lahan.

Pada tahun 2015 lalu, luas kebakaran hutan dan lahan di provinsi Sumatera Selatan mencapai 736.587 hektar dengan jumlah titik panas atau hot-spot yang terdeteksi sebanyak 27.043 titik. Lahan gambut yang terbakar mencapai 58% dari total kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga :  Tokopedia Luncurkan Laman Kota Palembang

Namun ditahun ini (2016), alhamdulillah, kita bisa mengatasi karena dari awal-awalnya kita sudah mencoba mendeteksi jadi kita mempunyai rencana yang tidak seperti tahun lalu.

Kalau tahun lalu ada api kita siram dengan bombing, tapi tahun ini tidak, begitu timbul bersama -sama seluruh SKPD ikut turun ke lapangan mencegah terjadinya kebakaran tersebut. Pungkas Ucok


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita