oleh

Finger Print Terbyata Mempermudah Proses Hemodialisa

Kolom:Gaya Hidup|2 kali dilihat
NuanasaKita – Palembang : Seiring dengan kemajuan Teknologi dan Informasi, BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam rangka memberikan kenyamanan dalam pelayanan peserta. Salah satunya adalah prosedur pelayanan hemodialisis atau cuci darah bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semakin mudah. Peserta tidak perlu lagi mengulang membuat surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk melakukan HD.
Hasnun Arifin (51), salah satu pasien HD di Kota Palembang merasakan manfaat dari simplifikasi pelayanan HD ini. Lebih dari 6 tahun lamanya ia telah rutin melakukan hemodialisis di Rumah Sakit Pertamina Palembang. Dia pun bersyukur dengan adanya finger print ini dia tak perlu lagi lama mengantri.
Hasnun yang dulunya bekerja di perusahaan pertambangan sangat merasakan manfaar JKN-KIS. Diceritakannya awal tahun 2014 silan ia mendadak terserang penyakit yang mengharuskannya dirawat inap.
“Awalnya saya memang sudah ada riwayat hipertensi dan sudah berobat tiap bulannya, dan saya tetap rutin mengkonsumsi obat. Saya bekerja lapangan yang cukup menyita waktu, suatu ketika saya meraskan rasa lelah yang teramat akhirnya saya dilarikan ke rumah sakit, kejadian tersebut berulang dua sampai 3 kali akhirnya dokter mengatakan kepada istri saya, bahwa saya harus dilakukan HD,” kata Hasnun, Kamis (30/01).
“Bu, bapak harus dilakukan cuci darah karena kondisi fisiknya sudah tidak bekerja seperti biasa. Seketika saya tersentak dan terdiam, kata istri Hasnun “Ngatiyah” yang menemani Hasnun ketika di temui tim jamkesnews.
Atas pemeriksaan yang telah dilakukan, dokter mengatakan bahwa suami saya harus melakukan hemodialisa dua kali seminggu yaitu setiap selasa dan Kamis kami ke rumah sakit untuk hemodialisa, tambah Ngatiyah.
“Untunglah kami telah memiliki karu JKN-KIS, selama perawatan di RS kami tidak pernah mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan, semuanya sudah ditanggung. Bisa dibayangkan dari mana kami harus mencari uang untuk membayar biaya pengobatan jika tiap kali cuci darah kami harus mengeluarkan uang 800 ribu sampai satu juta untuk tiap kali cuci darah. Tapi itu semua bukan masalah karena semua biaya termasuk obat-obatan sudah di tanggung cukup dengan kartu JKN-KIS,” tambah Ngatiyah.
Dengan adanya sistem finger print ini semakin mempermudahkan kami dalam melakukan pengobatan, kami tidak perlu lagi ke FKTP untuk meminta rujukan.
“Alhamdulillah semuanya lancar dengan JKN-KIS, tidak ada hambatan yang kami temui dalam pelayanan,” tukas dia.
Jika sebelumnya pasien HD harus mengantri di bagian pendaftaran rumah sakit kemudian mengantri lagi di poli HD sebelum mendapat pelayanan, maka kini pasien HD cukup langsung menggunakan finger print yang sebelumnya telah direkam di poli HD dan pasien dapat langsung dilayani, tanpa harus ke bagian pendaftaran. Penggunaan finger print pun lebih menghemat waktu sehingga memotong waktu tunggu pasien.
Penggunaan sistem finger print ini juga akan memangkas prosedur administrasi karena pasien HD tidak perlu lagi kembali ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperpanjang rujukan. Rip
Baca juga :  Sumsel Raih Peringkat 2 Paritrana Award

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita