oleh

HIMARS-UTP Mengisi Liburan Dengan Mengunjungi Cagar Budaya

Kolom:Gaya Hidup|6 kali dilihat

NuansaKita- Palembang : Akhir pekan biasanya dimanfaatkan kebanyakan anak muda untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Ada yang memilih jalan ke mall atau sekedar menikmati kuliner kota Palembang. Tapi lain halnya dengan Himpunan Mahasiwa Arsitektur Universitas Tridinanti Palembang (HIMARS-UTP). Mereka justru menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di Palembang.

“Selama satu semester ini kami belajar mengenai bangunan cagar budaya, mulai dari Undang-undang cagar budaya, konservasi bangunan cagar budaya dan upaya pelestariannya. Dan kali ini kami ingin melihat langsung aset pusaka yang dimiliki oleh wong Palembang. Dengan adanya kegiatan ini, sebagai generasi muda kami jadi lebih “melek” lagi akan keberadaan bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi”, ujar Riyonra salah satu panitia pelaksana kegiatan city tour, kepada NuansaKita.com Sabtu (12/11/2016).

Baca juga :  Januari 2020, Mafesripala Akan Lakukan Pendakian di Lempeng Tertinggi Amerika

Seperti yang kita ketahui, Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Banyak bangunan-bangunan bersejarah yang hampir punah dan terancam keberadaannya. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah kawasan Kampoeng Almunawar dan Kampoeng Kapitan.

Menurut Aditha Maharani selaku dosen pembimbing lapangan, “kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh HIMARS-UTP guna menambah wawasan mahasiswa khususnya dalam bidang arsitektur, sehingga diharapkan menimbulkan pemikiran kritis mahasiswa dengan solusi yang tepat dan bijak. Setelah kegiatan ini seluruh mahasiswa diwajibkan membuat laporan, semoga nantinya tulisan tersebut bisa kita publish dalam kegiatan seminar ilmiah” ujarnya.

Baca juga :  Perdirjampelkes 2,3, dan 5 BPJS Kesehatan Disebut Tak Menggangu Pelayanan Kesehatan

Selain studi observasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ilmiah dengan nara sumber Dr. Ir. Zuber Angkasa, MT.,IAI selaku Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Selatan. Beliau menjelaskan bagaimana harusnya peran arsitek dalam upaya pelestarian bangunan-bangunan cagar budaya, perlakuan dalam hal konservasi, dan rambu-rambu apa saja yang harus dipatuhi menurut UU Cagar Budaya. “Semoga dengan kegiatan rutin seperti ini, mahasiswa lebih mencintai kotanya” ucap Angkasa.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita