oleh

Menanti Hasil Kerja Para Profesional Pendamping Desa (1)

Kolom:Gaya Hidup|2 kali dilihat
  • Peran Pendamping Lokal Desa (PLD) Sebagai Ujung Tombak Pembangunan Desa

 

Palembang – NuansaKita : Para pendamping desa diharapkan mampu menjadikan desa mandiri, ebih sejahtera dan makmur. Karena keberdaan pendamping desa mampu membangun pemberdayaan masyarakat, melakukan pembinaan aparatur desa, dan pembentukan BUMDes yang dilaksanakan secara swakelola. Hingga potensi desa tersebut dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakatnya, dalam kemakmuran pemerintahan desa.

Seratusan orang lebih pendamping desa, dari Tenaga ahli pendamping desa tingkat kabupaten, tenaga ahli tingkat kecamatan, dan pendamping lokal desa yang langsung berhubungan dengan masyarakat, berkumpul di hotel Sanjaya. Mereka mendapat pelatihan dan penataran langkah-langkah strategis dalam program pendampingan desa.
Para pendamping desa, meski dalam strata dan tingkatan yang berbeda. Masing-masing mereka bertanggungjawab agar bisa membangun desa. Meski jabatan mereka sebagai tenaga ahli tingkat provinsi, TA tingkat kabupaten, tingkat kecamatan bahkan pendamping lokal desa. Harus sama-sama satu visi dan misi, bagaimana menyusun strategi dalam pengelolaan managemen pembangunan desa.

Baca juga :  Belum Kembalikan Mobdin, Mantan Sekda Dipersoalkan oleh FMPA-KKN

Kabid Pengembangan Ekonomi dan Partisipasi Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) Sumsel, Juharmansyah mengatakan, sebenarnya dalam struktur pendamping desa yang langsung berhubungan dengan masyarakat yakni pendamping lokal desa. “Inilah yang langsung berhubungan dengan masyarakat, karena mereka langsung bertemu dengan perangkat desa, dan masyarakatnya,”kata Juharmansyah.

Dia menjelaskan, hingga kini total keseluruhan pendamping desa hingga November 2016 berjumlah 700 orang lebih. Pendamping lokal desa ini, kata dia, harus mendampingi sedikitnya empat desa. “artinya satu orang PLD mendampingi empat desa. Dan dari 2.800 desa lebih di Sumsel, seluruh desa masuk dalam cakupan program pendamping desa,”tegas dia.
Progress pendamping desa ini sendiri, tambah dia, sudah terealisasi hingga 79 persen, dari total dana proyek pendamping desa yang sudah terealiasi senilai Rp1,7miliar lebih yang dananya langsung dari APBN. “Jadi hingga oktober kemarin progres realisasi dana desa di Sumsel sudah mencapai 1,7triliun. Dan dana yang sudah masuk ke dalam kas desa rata-rata Rp650juta perdesa,”kata dia.

Baca juga :  Januari 2020, Mafesripala Akan Lakukan Pendakian di Lempeng Tertinggi Amerika

Dana yang sudah dicairkan tersebut, akan dikelola langsung oleh perangkat desa. Yang dipimpin oleh kepala desa, sekretaris desa, dan bendahara desa, dalam pengeleolaan anggaran desa. Penyusunan managemen keuangan sendiri, tambah dia, juga harus didampingi oleh PLD.

Pendamping desa sendiri, tambah dia, memiliki sedikitnya tujuh peran dalam mengawal menuju desa mandiri. Yakni pengembangan kapasitas pemerintah, Memperkuat organisasi-organisasi warga, Memfasilitasi dan memperkuat musyawarah desa, Memfasilitasi pembangunan partisipatif, Merajut jejaring dan kerjasama Desa, menjebatani antara pemerintah dan masyarakat, dan mengorganisasi serta membangun kesadaran kritis warga desa.”Tujuh peran itu pada prinsipnya mengarahkan, agar aparat desa mampu merealiasikan program desa sesuai SOP yang ada dari program pembangunan desa sesuai undang-undang desa,”tambah dia.

Baca juga :  Yahdi Basma: Suka Lagu Iwan Fals

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita