oleh

Menanti Hasil Kerja Para Profesional Pendamping Desa (2)

Kolom:Gaya Hidup|10 kali dilihat

Peran Pendamping Lokal Desa

NuansaKita – Palembang :Pendamping desa, sering kali dipahami secara awam sebagai seorang sarjana yang memiliki ilmu dan pengetahuan luas, yang bertugas untuk mendampingi para perangkat desa dalam membangun fisik dan fasilitas desa. Padahal, tugas seorang pendamping desa khususnya pendamping lokal desa sebenarnya lebih berat lagi. Tujuh peran yang disebutkan diatas, adalah bagian dari progress penilaian dalam tahapan pembangunan. Sebagaimana disebutkan dalam buku “Kewenangan Desa dan Regulasi Desa”. Pendampingan desa bukan hanya mendampingi pelaksanaan proyek yang masuk ke desa, bukan pula mendampingi dan mengawasi penggunaan Dana Desa, tetapi melakukan pendampingan secara utuh terhadap desa. “Seharusnya secara utuh, jadi dia harus mendampingi secara total bukan hanya pengawalan jalannya sistem pemerintahan desa, keuangan desa, pembangunan fasilitas desa saja. Tetapi lebih jauh lagi, bagaimana membangun desa bisa lebih mandiri dan berkembang agar desa tersebut sejahtera,”kata Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumsel, Rusdi Tahar.

Dia mengungkapkan, para pendamping desa memiliki misi besar untuk memberdayakan desa hingga mampu menjadikan desa sebagai komunitas mandiri yang maju, kuat, mandiri, dan demokratis.”Artinya, pendamping ini harus dapat membawa desa tersebut menjadi komunitas yang mampu mengatur sistem pemerintahannya, membangun kesejahteraannya, dan mandiri,”kata Rusdi.

Kegiatan pendampingan, kata dia, mulai dari pengembangan kapasitas pemerintahan, mengorganisir dan membangun kesadaran kritis warga masyarakat, memperkuat organisasi-organisasi warga, memfasilitasi pembangunan partisipatif, memfasilitasi dan memperkuat musyawarah desa sebagai arena demokrasi dan akuntabilitas lokal, merajut jejaring dan kerjasama desa, hingga mengisi ruang-ruang kosong di antara pemerintah dan masyarakat. “Pendamping desa harus bekerja penuh, hingga terbangun sistem pemerintahan yang utuh dan demokratis di desa, ditengah kesejahteraan ekonomi warganya. Ini tujuan utamanya,”ujar dia.

Baca juga :  Abadil Pimpin Doa Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-75 di Sumsel

Meski program pendamping desa baru dimulai, namun progress tersebut beberapa diantaranya telah menampakkan hasil. Beberapa pendamping desa, telah melakukan kerja langsung memberi pemahaman bagaimana mengatur dan memperkuat struktur organisasi pemerintahan desa.

Tenaga ahli Pendamping desa Kabupaten Muratara, Anwar sadat mengatakan, para pendamping desa sebenarnya merupakan suatu kesatuan, mulai dari TA Kabupaten, Pendamping desa tingkat kecamatan, hingga pendamping lokal desa. “Ini satu kesatuan dan tidak ada yang saling andalkan satu sama lainnya. Karena progress berhasil-tidaknya program pembangunan desa, tergantung hasil dari para pendamping ini,”kata Sadat.

Mantan Direktur Walhi Sumsel ini mengungkapkan, para pendamping desa merupakan para sarjana yang memiliki pengetahuan dibidangnya. Selain harus memahami pengetahuan umum, harus juga memahami managemen pengelolaan desa dengan berbagai persoalannya. “Jadi memang tidak mudah, tapi inilah bentuk pengabdian yang luar biasa. Karena efek dari proses pendampingan ini kita harapkan dapat men jadikan desa lebih mandiri dan mampu berdikari membangun desanya,”tegas Sadat.

Baca juga :  Januari 2020, Mafesripala Akan Lakukan Pendakian di Lempeng Tertinggi Amerika

Selain memiliki kemampuan pengelolaan managemen pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, dan mampu memfasilitasi pendampingan pembangunan proyek fisik didesa. Para pendamping juga harus memiliki kemampuan membangun ideologi dan demokratisasi bagi masyarakat desa. “Memang tidak mudah, pendekatan emosional juga harus dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat desa,”tambah dia.
Semangat pengabdian inilah, jelas Anwar Sadat, menjadi modal utama para pendamping desa untuk mewujudkan cita-cita desa yang mandiri. “Kita terus menerus membangun basis-basis desa, dengan memberi motivasi agar desa tersebut sejahtera dan mandiri,”kata dia.

Pendamping Desa disalah satu kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir, Evan mengatakan, para pendamping desa setidaknya memiliki pengetahuan managemen pemberdayaan desa. Para pendamping desa dan pendamping lokal desa, secara terus menerus dan berkala mendapat berbagai pelatihan pengelolaan managemen pemerintahan desa. “Tidak saja itu, para pendamping dan PLD harus mampu mengarahkan dan membangun kader-kader pemberdayaan di desa tersebut,”kata dia.
Persoalan lainnya, tambah Evan, kemampuan tekhnis juga harus dimiliki pendamping kareena sebagian besar perangkat desa tidak memahami administrasi, dan perangkat yang digunakan untuk pelaporan dana keuangan desa. Dan pedamping lokal desa, kata dia, telah memberi arahan dan membantu para perangkat desa agar dapat menjalankan tertib administrasi keuangan desa. “Ini salah satu progress yang dilakukan langsung para pendamping lokal desa. Kini kami tengah merealisasikan bagaimana para perangkat desa ini memahami dan dapat menggunakan komputer untuk sistem administrasi dan keuangannya,”kata Evan.

Baca juga :  Menanti Hasil Kerja Para Profesional Pendamping Desa (1)

Dia mengungkapkan, di kecamatan Pemulutan para pendamping lokal desa harus bekerja lebih keras untuk memberi pemahaman kepada para perangkat pemerintahan desa, agar dapat menggunakan sistem komputer tersebut. “perangkat desa ini kuasa pemegang anggaran desa, dan 60 persen saja yang paham. Kita sadari hal ini,”ujar dia.
Kabar baiknya, kata Evan, para perangkat desa merealisasikan pembangunan infrastruktur untuk desanya. Baik membangun jalan desa, jembatan, ataupun kantor kades. “ Ada juga yang sudah melakukan penggalian potensi peningkatan ekonomi desa meski belum terealisasi, “tambah dia.

Yang jadi kendala utama, ujar Evan, sebagian besar perangkat desa memiliki tingkat pendidikan yang masih rendah. “Tiba-tiba mereka wajib membuat pelaporan digital dan online. Mereka terkejut, ketika berhadapan dengan sistem komputer. Dan para pendamping lokal desa ini tugas mereka hanya mendampingi dan memfasilitasi bukan membuatkan,”jelas dia.

Selain itu, tambah dia, mereka juga membantu menyusun anggaran APBDes, pembangunan fasilitas jalan desa, dan berbagai fasilitas bangunan penunjang pemerintahan desa. “Jadi, ada beberapa desa yang tidak memiliki balai desa untuk rapat. Jadi sebagian dana itu dianggarakan kesana,”tambah dia.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita