oleh

Edi Susilo : Sekolah Tani Untuk Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat

Kolom:Headline|57 kali dilihat

NuansaKita – OKU Timur : Sekitar 60 orang dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Buay Madang mengikuti Sekolah Tani yang diadakan oleh Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA). Sekolah Tani yang diadakan reguler setiap 2 (dua) minggu sekali ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan bertani masyarakat petani di OKU Timur.

Bertempat di Desa Mulyo Agung kecamatan Buay Madang, Sabtu (30/12), sekolah Tani yang dilaksanakan kali ini dalam beberapa bulan kedepan masih mendalami tentang pertanian organik.

Edi Susilo, selaku koordinator Gempita OKU Timur mengungkapkan, bahwa sekolah Tani ini adalah bagian dari upaya pemuda tani untuk ikut berkontribusi dalam memajukan dunia pertanian di kabupaten OKU Timur. Pertanian organik adalah salah satu solusi untuk pertanian yang sehat.

Baca juga :  Natal 2018 di Sumatera Selatan Aman dan Kondusif

“Para petani di OKU Timur banyak yang menanam padi, menanam palawija seperti kedelai, jagung, timun, dan gambas.Dalam kesempatan kali ini, sekolah Tani membahas tentang membuat pupuk organik dari bahan kotoran ternak,” urainya.

lanjut Edi, Pertanian organik ini ramah lingkungan, dapat menekan biaya produksi petani sehingga pendapatan dapat meningkat. Kelompok usaha bersama ada di satu desa membuat kerjasama dengan Kelompok Tani (Poktan) yang ada.

Sekolah Tani ini juga dalam Rangka mendukung Suksesnya pertanian organik di kabupaten OKU Timur. “Kami sedang mengupayakan bagaimana secara pemahaman dan pengetahuan pertanian organik ini dapat diterima oleh seluruh petani, nah lewat sekolah ini lah kita belajar bersama, tambahnya.

Baca juga :  PLN Akan Bangun Sutet 275 kV Betung - Kenten

Edi menjelaskan bahwa sekolah Tani ini juga dalam rangka mendukung program menteri pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mensukseskan pertanian organik.

Dalam penjabarannya, Menteri Amran mengatakan akan menjalankan 10 kebijakan operasional yaitu (1) percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, dan komoditas strategis lainnya, (2) Pengembangan kawasan/cluster, (3) Perbaikan/pergantian varietas unggul bermutu, (4) Penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, (5) Percepatan produksi dan perbanyakan benih, (6) Percepatan pengembangan pertanian organik, (7) Pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan, (8) Hilirisasi pangan dan pertanian, (9) Penyediaan pasokan air, (10) sinergi program dan kegiatan lintas eselon I dan Kementerian/Lembaga.

Baca juga :  Satu-satunya PLTS di Pulau Sumatera Segera Dimiliki Sumsel

Edi menambahkan, bahwasanya kedepan sekolah tani dapat membangun kemandirian petani dapat terlaksana, penghasilan dapat bertambah, dan pengetahuan petani dapat lebih maju.

Selain itu juga, dengan pertanian organik dapat mengurangi pemakaian zat kimia. Edi berharap sekolah tani yang digarap dapat didukung berbagai elemen, mulai dari masyarakatnya, dinas Pertanian OKU Timur, maupun Kementerian Pertanian,” tukasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita