oleh

FGD Presidium Rumah Kita : Pembangunan Industrialisasi Pertanian Desa

Kolom:Headline|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dengan sistem dan mekanisme pertanian modern tergabung dalam Badan Usaha Milik Petani, yang menggabungkan pengelolaan lahan, penanaman dengan varietas bibit, pemupukan dan perawatan, pengairan, panen dan hasil panen secara bersama dalam satu kesatuan menggunakan teknologi tepat guna dan manajemen perusahaan yang profesional.

Hal tersebut dijelaskan Rio Solahuddin dalam acara Forum Group Diskusi (FGD) Presidium Rumah Kita dengan mengambil tema Telaah Corporate Farming ; Pembangunan Infrastruktur, Industrialisasi, dan Regenerasi Pertanian di hotel Azza Palembang, selasa (19/9)

Baca juga :  Ratusan Atlet Dalam dan Luar Negeri Meriahkan Palembang Triathlon 2020

Lebih lanjut ia mengatakan Corporate Farming ini merupakan pembangunan industrialisasi pertanian di desa, dimana pengelolaan hasil panen dan pendistribusian hasil produksi dapat maksimal hingga dapat mensejahterakan masyarakat desa, selain itu. Dengan Industrialisasi pertanian akan menyerap tenaga kerja karena akan menumbuhkan kaderisasi petani usia muda dari sektor industri pengolahan hasil pertanian, ujarnya.

Sementara itu, JJ Polong dari Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, saat ini yang menjadi problem dasar dalam pertanian Indonesia adalah ketidaktersedian lahan bagi petani. Lahan pertanian yang ada saat ini hampir 80 persen dikuasai oleh pengusaha besar.

Baca juga :  Dukung Asian Games Lewat Aplikasi Duta Suporter Indonesia

Jadi bagaimana mau menanam kalu lahan ya tidak tersedia. Perlu ada upaya yang serius dan campur tangan pemerintah dalam menyediakan lahan bagi pertanian, reforma agraria hendaknya menyasar pada petani kecil, tegasnya.

 


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita