oleh

Front Mahasiswa Palembang Kritik Erick Thohir Atas Pengangkatan WNA Sebagai Direktur BUMN

Kolom:Headline|1.171 kali dilihat

NuansaKIta-Palembang : Indonesia adalah negara dari berbagai Macam Suku Bangsa. yang banyak memiliki perbedaan tapi tidak berarti mengalami kemunduran. Potensi dan kemampuan Generasi Bangsa harus nya dijunjung tinggi dan dihargai oleh Pemimpin dan pejabat Negara . Demikian disampaikan Dasri Nurhanidi Juru Bicara Front Mahasiswa Palembang di Palembang, Sabtu, 27 Juni 2020.

Menurut Dasri, apakah Indonesia sudah kekurangan orang orang Hebat, sehingga Bapak Mentri BUMN yang terhormat lebih memilih Warga Negara Asing untuk menjadi direksi dan Komisaris di BUMN dari pada generasi Indonesia sendiri. Kami dari front Mahasiswa Palembang mengecam keras dengan segala kebijakan Mentri BUMN dalam kebijakan nya.

Baca juga :  Apresiasi Pemda Sumsel, Deputi I Kantor Staf Presiden Dukung Percepatan LRT Palembang

Dijelaskan Dasri, Direktur tersebut bekerja di Anak Perusahaan Pertamina dengan Nama Antonius Rainer Haryanto yang sudah menjadi WNA Australia.  Dia, telah bukan WNI lagi. “Jadi, wajar kami mengkritik kinerja dari Mentri BUMN Erick Thohir, dimana masih banyak sebenar nya warga negara kita yang mampu dan kompeten di bidang tersebut”.

Jadi, Kami menegaskan :
1 Erick Thohir Mengangkat WNA menjadi Direksi dan Komisaris BUMN, adalah langkah mundur dan blunder bagi bangsa ini dan bagi Pemerintahan Jokowi.

2. Erick Thohir tidak percaya pada kemampuan bangsa sendiri, itu adalah sikap dan cara berpikir orang yg bermental inferior.

Baca juga :  Jelang Akhir Semester I Tahun 2017, Kanwil DJP Sumsel Babel Optimalkan Pendapatan Pajak

3. Kami Mahasiswa merasa tersinggung dan merasa bahwa Erick Thohir tidak menghargai Anak Bangsa kita.

4. WNA menjadi direksi dan komisaris BUMN, tidak menjamin BUMN akan maju. Tidak menjadi jaminan ukuran profesionalitas dan kehebatan keahlian mereka.

5. Program Pemerintahan Jokowi periode kedua, untuk membangun SDM yg unggul, akhirnya menjadi omong kosong belaka. Karena menteri nya tidak sejalan dengan program Dengan Presiden.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita