oleh

Insentif Beras Untuk PNS dan Honorer Pemprov Sumsel Direalisasikan

Kolom:Headline|3 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru merealisasikan pengadaan dan penyaluran beras insentif bagi ASN dan tenaga honorer di lingkungan Provinsi Sumsel. Selain memudahkan para ASN, inisiasinya memberikan beras insentif ini juga bertujuan mensejahterakan para petani di Sumsel.
Dari data sebanyak 30.269 pegawai di lingkungan Pemprov Sumsel mendapatkan insentif beras tersebut. Selain mengalurkan beras, pada kesempatan itu Pemprov juga mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR). Penyerahan beras dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, di Graha Bina Praja Provinsi Sumsel, kemarin.
Dikatakan Herman Deru dalam arahannya mengharapkan kalangan pegawai dilingkungan Pemprov Sumsel dapat terus meningkatkan kinerja dan tanggung jawabnya sebagai abdi negera dan abdi masyarakat.
“Jadi apalagi alasan kita tidak semangat. Pengabdian itu memang ada tupoksinya. Tapi yang paling penting adalah tanggungjawab moral kita,” kata Gubernur.
Ia pun menegaskan, pemberian insentif beras untuk kalangan pegawai merupakan salah satu bentuk konkrit Sumsel sebagai lumbung pangan. Meski terkesan jadul namun dirinya tidak ambil pusing dengan apa kata orang.
Dia menceritakan pada saat menerapkan kebijakan pemberian insentif beras kepada kalangan pegawai pada saat masih menjabat  Bupati OKU Timur tahun 2007 lalu. Dirinya banyak mendapatkan cibiran karena dianggap kebijakan jadul atau tidak populer.
“Tapi kesempatan ini perlu saya ungkap. Ini bukti konkit kita sebagai daerah lumbung pangan. Kita memikirkan petani, dimana sebagian besar masyarakat provinsi ini  adalah petani. Saya yakin petani akan senang dengan program ini,” tambahya.
Disamping itu, lanjut Gubernur alasan diambilnya kebijalan pemberian insentif beras bagi pegawai adalah untuk mengimbangi hasil produksi yang kerap tidak terserap oleh Bulog. Karena selama ini pemerintah terus menggenjot hasil produksi petani. Akibatnya produksi naik namun sayangnya tidak diimbangi dengan pemasaran yang jelas. Sehingga menjadi dilema bagi kalangan petani. Sebab  pada  saat musim puncak panen harga anjlok atau jatuh, sedangkan saat musim paceklik harga melambung tinggi.
“Nah disinilah peran dan fungsi Bulog sebagai penyetabil dan penyanga harga. Bulog juga harus didukung Kabupaten/kota dalam penyerapan dan penyaluran beras. Untuk apa produksi tinggi kalau harga anjlok. Siasatnya Pemprov mengintervensi ini. Beli beras petani dengan harga sangat baik diatas HPP. Selanjutnya beras diberikan sebagai insentif bagi pegawai,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya juga mengingatkan pegawai, agar beras yang telah diberikan jangan dijual. Jika kedapatan ada pegawai yang menjual beras tersebut akan dikenakan sanksi.
“Mohon jangan dijual, mohon betul jangan dijual. Apalagi sampai berkeliaran di pasar. Kalau kedapatan dijual. Jangan lagi diberi pak Sekda,” tegas Gubernur.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan Perum Bulog untuk menjaga mutu dan kualitas beras  serta tampilan kemasan beras untuk ASN.
“Kalau berasnya tidak bagus kembalikan,” tukas dia sembari menegaskan terkait dengan THR yang dibagikan, gubernur meminta agar pegawai dapat mempergunakannya sebaik mungkin. Rip
Baca juga :  Menteri Nila Ingatkan Pembangunan Kesehatan Perlu Sinergi Sektor Pendidikan-Kesehatan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita