oleh

Kehadiran LRT di Palembang, Pemda dan Pusat Harus Terus Berkoordinasi

Kolom:Headline|12 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Zulmafendi menjelaskan kehadiran LRT di Palembang ini perlu terus dikoordinasikan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga terjadi kesinambungan penyelenggaraan LRT pasca Asian Games.

“Diperlukan peran aktif dan sinergi antara pusat dan daerah dalam rangka penyelenggraan LRT Sumsel. Karena ini akan jadi model pengembangan LRT di berbagai kota di Indonesia. Kita bangga dan bahagia melihat hasilnya. Ini adalah jerih payah semua pihak. Semoga LRT ini akan jadi kenyataan dan mampu memberikan pelayanan jasa di Palembang,” jelasnya, Jum’at (09/03).

Lanjut dia, seperti diketahui pemerintah setidaknya telah mengucurkan dana hingga Rp12,8 triliun untuk pembangunan LRT pertama di Indonesia tersebut.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Harap Menteri Edhy Prabowo Prioritaskan Sumsel

“Selain untuk Asian Games, transportasi ini punya peranan penting sebagai jembatan kegiatan ekonomi nasional menuju kemakmuran,” tambahnya.

Terpisah, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan LRT ini lahir atas kegigihan masyarakat Sumsel, pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan khususnya Dirjen Perkeretaapian. Untuk itu penyelenggaraannya usai Asian Games perlu dibahas bersama.

Sedikit flashback, Nasrun menceritakan kalau LRT ini dibangun atas dasar kemacetan yang terus terjadi Sumsel khususnya Palembang. Dari hasil survei mereka di jalan-jalan arteri, kemacetan terjadi saat jam sibuk. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan belum bisa mengurai kemacetan.

Baca juga :  Kehadiran LRT Sumsel, Alex : Siap Jadi Alternatif Perjalanan Wisata Baru

“Kita stuck dan harus mencari moda angkutan lain. Puncaknua pas Sea Games 2011, macet total banyak tamu yang tidak bisa menghadiri opening. Waktu itu muncul wacana membangun monorel dalam forum gubernur se Sumatera,” jelasnya.

Berbagai seminar dan simposium digelar untuk mewujudkan sampai 2015, namun wacana tersebut tak terwujud. Pernah juga sambung dia, pemprov mencoba menggunakan skema investasi untuk mewujudkan LRT ini bahkan smapaimengundnag dua investor untuk paparan.

“Skema investasi memakan waktu lama, sementara kita hanya punya waktu 2,8 tahun. Akhirnya kita coba tarik dana APBN. Alhamdulillah sekarang LRT ini akan jadi kenyataan,” jelasnya.

Baca juga :  TKA Kesehatan Harus Ikuti Regulasi Pemerintah

Karena LRT ini moda transportasi baru, Nasrun tak menampik akan terjadi pro dan kontra din kalangan masyarakat. Untuk iu pula sebagai penyedia jasa sebisa mungkin pihaknya mengupayakan cara untuk menarik minat masyarakat. Hal ini penting agar PTKAI sebagai operator tidak merugi dan bisa menutupi biaya operasional.

“Memang tidak mudah mengubahnya menjadi kuktur. Dulu waktu mengubah dari oplet ke buskota saja butuh waktu paling tidak 1 tahun. Nah ini moda nya beda lagi,” ungkapnya. Rip

 


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita