oleh

KUR yang Sudah Tersalurkan di Sumsel Mencapai 35 Persen 

Kolom:Headline|13 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Kebiasaan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru yang kerap kali mengendorse produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik masyarakat Sumsel, mendapat pujian langsung dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI).
“Atas nama bapak Mendag, kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel bahwa langkah bapak Herman Deru, yang secara masif mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengutamakan konsumsi produk asli Sumsel. Itu adalah salah satu bentuk promosi yang sangat efektif, jadi pemimpin itu tidak hanya bicara tapi melakukan. Dengan melakukan itu otomatis akan diikuti seluruh jaringan beliau,” kata Irjen Kemendag Srie Agustian saat penyerahan bantuan penanggulangan Covid-19 Kemendag melalui ‘Kemendag Peduli’, di Griya Agung, Ranu (29/07).
Gubernur Herman Deru, mengatakan untuk membantu UMKM tidak hanya persoalan modal, melainkan ada tiga yang harus di sentuh oleh pemerintah provinsi Sumsel. Pertama, mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR ), provinsi Sumsel dikatakannya telah membuat satgas KUR untuk mendistribusikan kuota KUR Rp4,5 triliun.
“Tahun 2020 ini pantauan terakhir kita baru 35 persen yang tersalurkan. Bisa jadi ini karena ada kemantapan ekonomi yang masih ada, jadi mereka tidak perlu suntikan dana, cuma tentu kita butuh tau dilapangan ini tugas kita apakah ini proses yang berkelit sehingga ini tidak tersalurkan ataukah memang masyarakat belum membutuhkan tentang KUR ini,” ujar dia.
Menurutnya, faktor penentu yang kedua adalah keterampilan, sebab banyak UMKM baru saat ini, dimana masyarakat beralih profesi menjadi pelaku umkm dan ikm menjadi keterampilan pemerintah ada program itu tapi kuotannya tetap belum cukup untuk itu setiap dinas dan badan harus segera membuat improvisasi dalam
mendampingi ini.
Masih dikatakan dia, yang terakhir pasar atau marketnya, solusi ditengah pandemi ini tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan.
“Solusi memasarkan ini saya ajak semua untuk menjadi petugasnya dalam memasarkan atau lebih dikenal dengan endorse. awalnya ada kecaman, maka saya endorse ini dan hasilnya baik ada eskalasi dalam pengenalan produknya baik ikm, maupun kuliner,” tuturnya.
Dari data BPS dan Bank Indonesia menyatakan provinsi yang masih bertahan dengan baik ekonominya, dengan angka 4,98 persen itu dan tertinggi di Pulau Sumatera apalagi nasional, itu adalah Provinsi Sumsel.
“Jangan berhenti disini, kalau berhenti disini bisa turun kita. Di kesempatan emas seperti ini akan dikenang masyarakat, saat kita mengalami kesulitan ini bahwa kita harus berpegang erat untuk memberanikan saudara-saudara kita yang terkena dampak covid 19,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini pula, Gubernur Deru meminta Kemendag untuk membuka ekspor karet karena kewenangannya bukan di gubernur, sebab permasalahan yang dihadapi bukan karena kualitasnya yang jelek, akan tetapi over supply.
“Kalau Gubernur punya kewenangan untuk ekspor, tapi katanya ini sedang di tata ada permendag nya bahwa ada regulasi baru untuk ini, mudah-mudahan ini kabar baik bagi petani karet Sumsel yang punya kebun karet di Sumsel ini. Dan harapan saya kalau memang regulasinya bisa perdagangannya ini diatur oleh pemerintah provinsi itu saya harapkan, karena kita tahu disini bagaimana cara berproduksi dan berapa produksinya kita tahu,” tukas dia.
Untuk diketahui bantuan yang diberikan oleh Kemendag kepada Pemprov Sumsel berupa baju APD 1.500 pcs, masker 10.000 pcs, hand gloves 3.000 pcs, face shield 150 pcs, suplemen vitamin 5.000 pcs, minyak goreng 2.004 liter, paket sembako 390 paket, sabun antiseptik 5.000 pcs, dan donasi uang sebesar Rp200 juta. Rip
Baca juga :  Angka Kemiskinan Sumsel Turun 0.45 Persen Dari Tahun Sebelumnya

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita