oleh

Memahami Jokowi Dan Adian Dengan Membedah Isi BUMN

Kolom:Headline|130 kali dilihat

MEMAHAMI JOKOWI DAN ADIAN DENGAN MEMBEDAH ISI BUMN

(Hezra Dovian Tarukallo)

Jakarta – NuansaKita : Berapa sih total posisi Direksi dan Komisaris di BUMN dari Induk sampai Cucu? Kalau ada 142 BUMN dan 850 anak dan Cucu lalu tiap BUMN itu masing masing punya 3 Direksi dan 3 Komisaris maka kira kira ada 992 perusahaan x 6 orang yaitu 5.952 orang. Sangat banyak.

Ok, berikut nya pernahkah kita membaca di iklan lowongan kerja tentang lowongan menjadi Komisaris dan Direksi BUMN induk hingga cucu? Pernah tidak kita baca atau dengar ada lelang jabatan untuk Komisaris dan Direksi di BUMN? Setahu saya tidak ada. Apa artinya? Artinya konfirm dong kalau 5.952 orang itu di isi melalui jalur tidak biasa, jalur khusus, kasarnya jalur titipan sana sini.

Berikutnya, dari 5.952 orang itu berapa kira kira titipan Kementrian, Partai Politik dan Relawan? Hmmm kementrian BUMN gak pernah transparan dalam hal ini.

Begini saja, kita pakai angka Ombudsman untuk titipan Kementrian dan Institusi negara lainnya yaitu 564 orang titipan. Kemudian kita asumsikan titipan partai politik dari berbagai partai anggaplah 300 orang lalu titipan relawan dari berbagai kelompok anggaplah 136 orang (Di genapkan 1000 biar gampang ngitungnya).

Baca juga :  Natal 2018 di Sumatera Selatan Aman dan Kondusif

Jadi kalau dari 5.952 posisi di BUMN ada 1000 orang titipan Kementrian, Partai dan Relawan lalu yang sisanya yaitu 4.952 orang lainnya titipan siapa???? Pernah tidak ada yang coba mengulas 4.952 orang itu titipan siapa? Ada yang tahu?

Kalau saya tidak tertarik untuk cari tahu yang 1000 orang titipan itu, karena mau baik atau buruk yang 1000 orang itu tapi asal usul nya jelas dan terang benderang.

Yang saya dan kita semua perlu tahu adalah siapa yang menitipkan 4.952 orang itu? Dan itu yang tidak terjawab karena kita semua di giring untuk meributkan 1000 orang titipan yang jelas asal usulnya tapi lupa pada 4.952 orang lainnya yang gelap gulita asal usulnya.

Kenapa mencari tahu 4.952 orang itu titipan siapa menjadi penting? Karena semua punya konsekuensinya.

Contohnya, Bagaimana kalau 4.952 orang itu ternyata titipan para mafia? Titipan mafia migas, titipan mafia tambang, mafia impor, mafia pangan, mafia alkes, mafia tanah, mafia infrastruktur, mafia pupuk dan sebagainya. Jangan jangan yang membuat rugi BUMN selama ini bukan 1000 orang titipan Kementrian, Partai dan Relawan tapi justru titipan para mafia itu? Apakah itu yang menyebabkan BUMN yang seharusnya memberikan uang pada negara tapi kenyataannya tiap tahun minta Utang dan PMN (Penanaman Modal Negara). Mungkin itu yang selama ini membuat BUMN tidak pernah menjadi Badan Usaha yang Profesional dan punya daya saing.

Baca juga :  Rail Clinic, Bukti Nyata Hadirnya BUMN Bagi Masyarakat

Contoh lainnya, Kalau 4.952 orang itu di isi titipan para mafia maka yang paling buruk adalah Rakyat kehilangan uang.

Tapi bagaimana kalau 4.952 orang itu titipan kekuatan politik yang secara Ideologi tidak bersetuju terhadap Pancasila dan NKRI? Kalau ini yang terjadi maka Rakyat bukan hanya kehilangan uang tapi terancam kehilangan Negara.

Kalau berangkat dari ancaman bahaya itu maka jangan jangan apa yang sekarang sedang ramai di perbincangkan tentang Jokowi minta nama pada Adian Napitupulu untuk masuk ke BUMN adalah upaya menjaga BUMN dari dalam. Mungkin itu juga yang membuat Adian melawan Erick Thohir sekeras kerasnya karena ternyata pertaruhannya bukan hanya sekedar kehilangan uang tapi kehilangan Negara.

Baca juga :  Kanwil DJP Sumsel Babel Lakukan Sita Serentak

Kenapa Adian yang diminta Jokowi mencari orang untuk mengisi BUMN? Bukankah sudah ada TNI, Polri, Kementrian dan Partai Politik? Kalau menurut saya karena Presiden Jokowi mengenal Adian dan masa lalunya, Presiden Jokowi percaya pada kemampuan bertarung Adian dan teman temannya yang bertahun tahun di uji bukan dalam lembaran soal tapi dalam 20 an tahun pertarungan politik jalanan yang keras.

Siapapun tahu bahwa Adian adalah salah satu pentolan Forkot, Forum Kota yang menjadi organisasi Mahasiswa paling keras di zamannya, siapapun tahu Adian dan teman temannya yang sekarang sudah banyak yang bergelar S1 dan S2 dulunya pernah di tangkap, di pukuli, di kejar, di teror, jadi target pembunuhan dan semua pengalaman itu yang tidak di miliki oleh TNI, Polri, Orang Kementrian atau orang Partai yang dititip di BUMN.

 

Mungkin ini juga yang menjawab kenapa Presiden Jokowi tidak meminta Adian berhenti, kenapa Partai tempat Adian yaitu PDIP juga sepertinya membiarkan Adian. Karena ada agenda besar untuk Republik yang sedang di perjuangkan yang mungkin tidak terlihat oleh mata awam.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita