oleh

Musirawas Terpilih sebagai Pusat Pengembangan Inovasi Daerah dari Litbang Kemendagri

Kolom:Headline|20 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Alex Noerdin menerima audensi Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Badan Penelitian dan Pengenmbangan, Kementerian Dalam Negeri Dr. Dra. Rochayati Basra, M.Pd beserta jajarannya di Griya Agung Palembang. (5/9)

Alex mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung pembinaan inovasi daerah yang akan dilakukan Litbang Inovasi Daerah Penelitian dan Pengembangan Kemendagri dalam menjadi daerah tertingal lebih inovatif dimulai dari kearifan lokalnya.

Daerah pembinaan Pusat Litbang Inovasi Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri. Daerah yang dipilih yakni Kabupaten Musirawas sebagai refleksi inovasi daerah tertinggal yang nantinya akan dibangun laboratorium inovasi.

Baca juga :  Korporasi di Sumsel Diminta Bantu Pemda untuk Tangani Covid-19

Terkait hanya dipilihnya Musirawas sebagai daerah pembinaan, alex mengatakan “Seharusnya bukan hanya Musirawas saja tapi juga Muratara. Karena Muratara juga merupakan daerah jauh lebih tertinggal dari Musirawas. Mudah-mudahan kedepan pengajuan daerah pembinaan yang diusulkan dapat dipertimbangkan, karena dari sini dapat menjaring seluruh inovasi di daerah yang memiliki indeks daerah mana yang inovatif atau belum,”

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendagri, Dr Dra Rochayati Basra mengatakan, ada depalan daerah pembinaan pada 2017 yakni Sumsel, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Maluku, Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :  Gubernur Sumsel: Jadikan Nyepi Momen Berdoa Umat Hindu Bagi Keselamatan Umat

Menurutnya, anggaran yang digelontorkan untuk semua kegiatan inovasi tersebut sangat kecil Rp.3,9 miliar pada 2017dan setelah bekerjasama dengan Bapenas akhirnya mendapatkan anggaransebesar Rp. 8 Miliar pada 2018 mendatang.

“Dengan cara ini nantinya bagaimana pembinaan yang inovatif dilakukan dengan membangun sistem secara keseluruhan, sehingga dapat dilihat berapa jumlah daerah inovatif, dari belum terbangun akan menjadi terbangun karena nantinya inovasi ini tetap melihat kearifan lokal masing-masing daerah,” terangnya.

Lanjut Rochayati Basra, pengembangan laboratorium inovasi daerah yang akan dibangun di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota tersebut juga dalam rangka pendataan terhadap daerah mana saja yang memiliki inovasi tinggi akan diberikan penghargaan yakni Inovasi Goverment Award dan bagi daerah yang inovasinya rendah akan dilakukan pembinaan.

Baca juga :  Pasar 16 Ilir Akan Ditata Lebih Nyaman dan Indah

“Setelah kita mengetahui daerah mana saya yang perlu dilakukan pembinaan akan diupayakan pemngenbangan laboraorium inovasi di daerah tersebut. Tujuannya agar bagaiamana nanti pembinaan yang inovatif semacam kulture, membangun sistem secara keseluruhan,hingga akan berkembang pada kearifan lokal,” ujarnya.

 


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita