oleh

Pemprov Sumsel Gelontorkan Rp45 Miliar untuk 10 Kabupaten Rawan Karhutla

Kolom:Headline|15 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru terus menunjukkan perhatiannya dalam menangani dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Tahun 2020 ini, Deru menggelontorkan dana APBD sebesar Rp45 Miliar untuk mencegah karhutlah kepada 10 kabupaten yang kerap terjadi karhutla.
Dia juga menginstruksikan agar kabupaten yang berpotensi karhutla untuk membentuk satuan tugas dan menyiapkan peralatan sebagai upaya penanggulangan.
“Baru tahun ini pemprov Sumsel memberikan bantuan senilai Rp45 miliar untuk kabupaten terdampak guna membeli alat yang tidak habis pakai,” kata dia, Jum’at (03/07).
Dimana 10 kabupaten yang mendapatkan bantuan anggaran penanggulangan karhutla tersebut yakni, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Banyuasin, PALI, Musi Banyuasin (Muba), OKI, OKU Timur, Musi Rawas Utara (Muratara), Muara Enim, Musi Rawas (Mura), OKU Selatan.

“Besaran anggaran yang diberikan untuk tiap kabupaten tersebut jelas berbeda. Itu akan ditentukan dari luas lahan di kabupaten tersebut,” paparnya.

Tidak hanya itu, dia menyebut juga ada emapat kabupaten yang diberikan layar informasi indeks standar pencemaran udara (ISPU).
“Ada empat kabupaten yang mendapatkan layar informasi ispu tersebut. Dengan begitu bupati maupun masyarakatnya bisa tahu kondisi indeks pencemaran udaranya berapa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemprov Sumsel juga saat ini mendorong perusahaan khususnya di bidang perkebunan untuk turut membantu dalam penanggulangan karhutla yang terjadi setiap tahun ini.

“Bukan hanya bantuan moril kepada masyarakat. Kita juga mewajibkan perusahaan tersebut dalam hal penanganan. Dan ini dibuktikan oleh perusahaan tersebut salah satunya bantuan helikopter untuk memonitor lahan-lahan yang rawan terbakar. Karhutla ini juga ditentukan oleh curah hujan. Jika curah hujan rendah maka potensi karhutlah cukup tinggi, begitupun sebaliknya. Sebab itu kita butuh pengawasan bersama,” jelasnya.
Disinggung soal kemungkinan bertambahnya bantuan anggaran dari Pemprov Sumsel ke kabupaten rawan karhutla, Deru dengan optimis mengiyakannya. “Apalagi ini pertama kali, tentu penambahan bantuan sangat memungkinkan. Mungkin tahun ini anggaran tersebut tidak cukup, tapi jika kinerja mereka terlihat tentu bantuan ini akan bertambah,” bebernya.
Terlebih, selain bantuan anggaran Rp45 miliar untuk kabupaten, Pemprov Sumsel sendiri masih memiliki anggaran lebih dari Rp100 miliar yang diperuntukkan untuk penanggulangan karhutla.
“Provinsi memiliki anggaran itu, jumlahnya sekitar Rp100 miliar. Tentu itu digunakan untuk penanggulangan karhutla ini,” imbuhnya.
Dengan bantuan anggaran tersebut dia pun berharap, Sumsel dapat terbebas dari karhutlah yang selalu menjadi ancaman setiap tahunnya.
“Namun, ini juga harus ada peran dari masyarakat. Sejauh ini kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan secara ilegal dengan cara membakar sudah cukup tinggi. Kalau pun nantinya masyarakt ingin membuka lahan baru bisa berkomunikasi dengan Gapoktan yang telah dibentuk untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada Dinas Pertanian untuk peminjaman alat membuka lahan baru seperti eskavator. Dengan kerjasama demikian maka kami yakin karhutla tidak akan terjadi lagi,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, Gubernur Sumsel: Tetap Independen & Humanis 

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita