oleh

Pencegahan Terorisme di Indonesia Banyak Dapat Apresiasi Dari Negara Luar

Kolom:Headline|10 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Upaya pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme di Indonesia mendapatkan apresiasi oleh banyak Negara di dunia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pencegahan Deputi I BNPT, Brigjen Pol Hamidin saat menghadiri workshop Literasi media sebagai upaya cegah dan Tangkal Radikalisme di hotel Aryaduta, Rabu (19/04)

“Kira-kira saya sebulan yang lalu di India didalam suatu pertemuan ada beberapa Negara yang hadir di India, mereka memberikan apresiasi kepada kita terhadap pencegahan terorisme, juga tahun lalu ada, saya mengikuti seminar para Negara yang hadir disana juga sangat mengapresiasi upaya pencegahan kita ” katanya.

Ia juga mengungkapkan kejadian terorisme yang pernah terjadi di Indonesia seperti pasca bom di Bali ada 1.438 orang ditangkap kemudian masih banyak masif bom bom yang ada di Bali

Baca juga :  Lelang Sekda Masih Digantung Pemerintah Pusat

Diketahui, untuk tahun 2016 hingga 2017 hanya ada 6 kasus terjadi dan hanya satu kasus bom di Jakarta tepatnya di Thamrin yang kemudian masif dan besar. Diantara rangkaian kasus-kasus tersebut, Ia mengatakan dapat terungkap bawah kualitas bom dari tahun ke tahun juga kian menurun, begitu juga kualitas mujahidinnya kita lihat dari satu sisi menurun

“Kalau kita lihat dulu dari JI misalnya betapa para pelaku teroris ini mereka mati di TKP jadi apa yang dari tujuan mereka adalah gol mereka kematian sebagai seorang syuhada itu yang diharapkan mereka, “vujarnya

Baca juga :  Pemprov Guyur Rp11,5 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Lubuk Linggau

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sekarang ini teroris banyak keraguan-keragun untuk mengebom di suatu tempat di wilayah Indonesia

“Misalnya saja bom di Samarinda di gereja teroris tersebut ragu-ragu untuk mengebom dan juga di polresta solo ragu-ragu, artinya meriduksi radikalisme yang dilakukan Indonesia itu kita sukses jauh dari Negara-Negara yang lain

Bukti lain bahwa upaya pencegahan Indonesia untuk menekan teroris adalah isis dalam hal ini elbagdadi itu tidak menunjuk Indonesia sebagai provinsi jauhnya ISIS tetapi ISIS lebih menunjuk ke Negara Filipina

Baca juga :  Ratas Bersama Presiden Jokowi, Herman Deru Usulkan Tambah Personil Polisi Kehutanan

Ia juga menjelaskan kenapa ISIS mengangap Filipina sebagai provinsi jauhnya, dikarenakan di Filipina teroris lebih kuat daripada aparatnya misalnya dalam beberapa serangan ISIS berhasil menyerang penjara disuatu wilayah Filipina Selatan kemudian kelompok mote berhasil mengeluarkan seluruh napi teroris kemudian dalam serangan berikutnya banyak sekali tentara menjadi korban teroris.

“Untuk itu ISIS menunjuk Filipina sebagai salah satu targetnya Sementara Indonesia semua perencaan mereka hampir semua dibatalkan. Oleh karena itu untuk aspek pencegahan di Indonesia cukup sukses, dari indikator adalah dari aspek kuantitatif dan kualitatif teror di Indonesia menurun jauh,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita