oleh

Pertamina MOR II Kurangi BBM Subsidi Di Sumsel

Kolom:Headline|11 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Palembang memang melakukan pengurangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di wilayah Sumsel.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar secara terbuka oleh Komisi III DPRD Sumsel dengan PT Pertamina MOR II Palembang,  (18/01).

Field Marketing Retail Manager PT Pertamina MOR II, Putut Andriatno mengatakan pihaknya sejak tahun 2016 lalu memasarkan BBM non subsidi jenis pertalite secara massif.

Akibatnya nozzle BBM Premium di sejumlah SPBU pun turut berkurang karena digantikan nozzle BBM jenis Pertalite. Sehingga terjadinya pengurangan ketersediaan BBM jenis premium di SPBU.

Baca juga :  Jalankan Instruksi Jokowi, Sinergi Atasi Bencana Alam

Sejak 2016 lalu kami secara massif memasarkan pertalite. Karena Ini merupakan tuntutan konsumen yang meminta BBM dengan oktan 90 sehingga nozzle-nozzle premium berkurang di SPBU,” jelas Putut.

Dikatakannya, pengurangan volume BBM bersubsidi lantaran meningkatnya permintaan BBM non subsidi jenis pertalite. Ditambah lagi tuntutan teknologi pabrikan kendaraan yang mulai beralih ke mesin injeksi sehingga bahan bakar pun perlu penyesuaian. Selisih harga yang tidak terlalu jauh juga kata Putut menjadi alasan masyarakat beralih ke pertalite.

Lebih jauh, secara perhitungan bisnis pihaknya mengakui profit penjualan BBM non subsidi lebih menggiurkan dibanding penjualan BBM subsidi. Meski begitu profit dari penjulan pertalite juga lanjut Putut tak boleh melebih angka yang ditentukan pemerintah yaitu 5-10 persen.

Baca juga :  4 Komisaris BUMD Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Sumsel  

Di Sumsel sendiri, kuota premium berkurang sebesar 50 persen dari semula mencapai angka 5. 000 kiloliter perhari. Namun sejak adanya pertalite menjadi 2.400 sampai 2.500 kiloliter perhari.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita