oleh

Pospera Riau : Tangkap Penyebar Kebencian Dan SARA

Kolom:Headline, Nasional|24 kali dilihat

NuansaKita.com – Pekanbaru : Ratusan peserta demonstrasi menamakan DPD Pospera Riau melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Mapolda Riau. Terlihat mereka sebelum tiba di depan Mapolda Riau, sebelumnya berkompoi menaiki puluhan kendaraan bermotor. Massa aksi bergerak dari sekretariatan DPD Pospera Riau pukul 11.00 WIB. Disekitaran kantor Mapolda Riau, massa Aksi turun dan berjalan kaki hingga didepan kantor kepolisian riau tersebut. Senin, (05/092016)

Dalam aksi terlihat membawa spanduk dan poster. Dalam spanduk nya tertulis ‘Demi bhinneka Tunggal Ika, TANGKAP penyebar kebencian SARA”. Dan terlihat poster yang disilang gambar “gendosara”. di Posternya juga di tuliskan “tangkap penyebar kebencian, tangkap penyebar SARA”.

Dalam tuntuntan DPD Pospera Riau Koordinator Aksi Julius Situngkir dan HumasZulfakar, meminta agar laporan, 1. kedatangan POSPERA ke Mabes Polri pada tanggal 15 Agustus 2016 di lakukan oleh Pospera bukan untuk mengadukan penghinaan tapi melaporkan ujaran kebencian SARA sesuai pasal 28 UU ITE dan pasal 16 UU no 40 tahun 2008. beberapa Polda di Indonesia telah melaporkan twitter @gendovara atas penyebar kebencian dan SARA. 2. Apa yg dilaporkan terkait beberapa kata yaitu :merendahkan fisik dan martabat manusia :”gigi tidak rata”, “muka jelek”, Menjadikan Marga sebagai ejekan :”napitufulus”.   Memanggil dengan kata yang menyamakan manusia dengan hewan “Nyet” Menghina dan Merendahkan martabat organisasi dengan kata “Pos Pemeras Rakyat” Dan beberapa kata yg lainnya dalam rangkaian postingan twitter @gendovara.
3. Ucapan ucapan / posting / cuitan merendahkan kemanusiaan sudah ditulis berkali kali oleh terlapor di twitter nya sejak bulan Febuari 2016 hingga bulan Juli 2016.
Aksi serentak di 20 Propinsi ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Jokowi melalui aparatur penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia untuk berani menegakan hukum dan tidak memberi tempat bagi siapapun yang menyebarkan permusuhan dan kebencian untuk kepentingan apapun melalui jejaring sosial media.
Aksi ini juga untuk menunjukan bahwa segala bentuk Teror tidak akan membuat kami mundur dari cita cita membangun Indonesia yang demokratis, menghargai perbedaan dan keberagaman.

Baca juga :  Rumah Sakit Khusus Mata milik Provinsi Sumatera Selatan Masuk Dalam Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Terbaik

Bagi Pospera, tidak ada alasan apapun yang pantas bagi siapapun untuk menghina dan merendahkan martabat manusia, menghina Marga atau Suku, Agama, bahkan merendahkan martabat organisasi sebagai bagian dari pemahaman Antar Golongan.
Siapapun yg menghina atau merendahkan martabat manusia karena fisik dan marga nya sesungguhnya tidak menghina atau merendahkan martabat orang itu tapi menghina Tuhan yg menciptakan orang dan marga atau suku itu.

Setelah Pospera melaporkan kasus ini ke kepolisian, beberapa aktivis Pospera di Propinsi Bali mendapatkan Teror yang masif dan terorganisir dalam bentuk antara lain :
1. Ancaman pembunuhan, di gantung di muka umum dan berbagai hujatan di sosial Media diantaranya melalui Facebook. Termasuk memasang foto anak dan isteri aktivis Pospera dan diancam akan di bunuh (Pelaku ancaman sudah teridentifikasi dan segera akan dilaporkan kembali)
2. Teror ke keluarga Pospera antara lain ke Istri, Anak dan Mertua. Teror dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan konvoi motor (Bukti Video dan Foto sdh dimiliki).

Baca juga :  SMAN Sumsel Juara Umum Lomba Kreasi Prototype Hydrogen Car

Terkait dengan hal hal yang diuraikan di atas maka kami menyampaikan tuntutan kami pada kepolisian Republik Indonesia untuk :
1. Segera Menangkap Pelaku penyebar kebencian dan permusuhan dengan isu SARA yang telah berkali kali melakukan penghinaan terhadap kemanusiaan, terhadap fisik manusia, terhadap marga dan terhadap Organisasi.
2. Menangkap Pelaku Teror melalui sosial media maupun pelaku yang mendatangi rumah aktivis Pospera, menteror anak dan isteri aktivis Pospera.
3. Melindungi aktivis Pospera Bali yang menjadi pelapor berikut anak dan isteri mereka beserta keluarganya.

Baca juga :  Forum CSR Kesos Siapkan Relawan Untuk Sukseskan Setiap Kegiatan

Julius, berharap agar pelaku penyebaran kebencian dan SARA agar di proses sesuai aturan yang berlaku,  karena Pospera telah melaporkan ke beberapa polda dan Mabes polri, ujarnya dalam orasinya. (TSM)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita