oleh

Ratusan Buruh Sumsel Menolak RUU Cipta Kerja

Kolom:Headline|38 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Ratusan buruh yang tergabung dalam  DPC Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka industri (Nikeuba) Provinsi Sumsel, mendatangi kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Rabu (19/08).
Kedatangan mereka untuk menyuarakan aspirasi mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta kerja. Massa yang hadir meminta Gubernur Sumsel Herman Deru untuk keluar menemui dan mendengarkan aspirasi dari para buruh.
Gubernur Deru akhirnya menemui masyarakat tersebut. Kemudian naik mobil dan berorasi di hadapan ratusan buruh untuk menanggapi tuntutan mereka.
Menurut Deru, pihaknya langsung mengintruksikan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Sumsel untuk merangkum dan meneruskan aspirasi dari DPC FSB Nikeuba Sumsel, kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Para buruh ini menyampaikan aspirasi terkait menolak RUU Cipta Kerja untuk dikeluarkannya cluster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta kerja, meminta kejelasan serta menuntut kebijakan pemerintah terkait bantuan tambahan upah bagi pekerja atau buruh sebesar Rp600 ribu perbulan bagi pekerja maupun buruh penerima upah dibawah Rp5 juta.
Dikatakan Deru, usulan terkait dengan pemberian insentif bagi buruh atau tenaga kerja yang berpenghasilan kurang dari Rp5 juta mendapatkan insentif dengan syarat yang memenuhi, agar syarat tersebut dihapuskan.
“Memang syaratnya ada yang menganggap berat ada yang menganggap syarat itu tidak berat, jika ada yang memenuhi maka itu tidak berat, tapi berat bagi yang belum memenuhi nya. Nah, tentu pemerintah pusat dalam hal ini pemegang regulasi akan mempertimbangkan. Seperti biasanya saya selalu mendukung aspirasi kalian, karena kalian menyampaikannya dengan sopan , kalian menyampaikannya dengan hormat seperti ini,” tegasnya.
Ia pun menuturkan, dalam waktu dekat akan membuatkan surat khusus kepada DPR, Menteri Tenaga Kerja RI bahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dengan sebenar-benarnya.
“Percayalah bahwa kami juga tidak menutup mata dan telinga terhadap apa yang terajadi di lapangan khususnya di sumsel ini. Dan saya intruksikan kepada kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi untuk merangkum semua usulan teman-teman kemudian regulasikan dalam bentuk surat, diantar dengan cara terhormat diantar dengan cara yang elegan,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyampaikan ini kepada institusi yang mempunyai kewenangan dalam memasukan atau mengubah aturan-aturan itu.
“Yakinlah ketika kalian niatnya baik, doa yang benar Insya Allah dikabulkan oleh para pemangku kebijakan itu. Walaupun tidak sepenuhnya, tapi sebagian. Paling tidak kalian sudah beribadah menyampaikan aspirasi dari sekian banyak buruh di Indonesia ini khusunya di Sumsel. Gubernur akan mendukung kalian dengan penuh keseriusan. Selamat berjuang, hindari konflik karena kita orang Sumsel wilayah yang zero konflik,” tukasnya. Rip
Baca juga :  Wagub Minta Dirut Baru PT SMS Sokong Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita