oleh

Satu-satunya PLTS di Pulau Sumatera Segera Dimiliki Sumsel

Kolom:Headline|81 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dibangun di kawasan Jakabaring Sport City, Provinsi Sumatera Selatan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bahkan, PLTS yang tengah dibangun di Jakabaring ini meeupakan satu-satunya yang ada di pulau Sumatera.

“PLTS tersebut segera dimiliki Sumsel. PLTS ini juga satu-satunya yang ada di Sumatera,” ucap Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Yaniarsyah, Jum’at (24/11).

Kata dirinya, pengembangan PLTS di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring ini melalui Proyek Joint Crediting Mechanism (JCM) sebagai salah satu usaha yang mendukung pengembangan konsep Green City, pencegahan perubahan iklim dan juga mendukung pelaksanaan persiapan pesta olahraga tingkat internasional di Jakabaring, Palembang.

Baca juga :  Presiden Joko Widodo Dapat Gelar Raja Balaq Mangkunagara

“PLTS di Jakabaring ini terus dikebut pembangunannya. Dengan harapan proyek PLTS ini segera rampung,” ungkap ia.

Lanjut dia, proyek kegiatan JCM ini merupakan kerjasama antara pihak Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dalam pembangunan rendah karbon untuk pencegahan perubahan iklim. Kerjasama JCM sendiri sudah berlangsung selama empat tahun ini.

Sementara, Kepala Sekretariat JCM Indonesia Dicky Edwin Hindarto menyampaikam, adanya proyek ini selain diharapkan mampu menghasilkan Iistrik sebesar 1,6 MW juga mampu untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.303 ton setara CO2 per tahun.

Baca juga :  Ternyata Sumsel Masih Butuh Dokter Untuk Ditempatkan di Desa

Ini, diungkapkan Dicky, menjadikan Jakabaring yang merupakan venue olahraga pertama di Indonesia yang telah mengimpiementasikan green technology yang diharapkan akan memberikan dampak positif bukan hanya pada daerah setempat, tapi juga pencapaian target nasional untuk pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pengurangan emisi yang didapat dari proyek ini adalah contoh nyata keseriusan Indonesia untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi global.

“Melalui skema JCM diharapkan juga terjadi transfer teknologi dan keahlian dalam pengembangan teknologi rendah karbon,” tukasnya. Rip

 

Baca juga :  Catat! Ini Perubahan Waktu Pelayanan Operasional LRT Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita