oleh

Tanaman Aren Jadi Solusi Pemanfaatan Lahan Rawa

Kolom:Headline|16 kali dilihat
NuansaKita – Ogan Ilir : Enau atau aren adalah palma yang terpenting setelah kelapa karena merupakan tanaman serba guna. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama seperti nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk; kawung, taren; akol, akel, akere, inru, indu; moka, moke, tuwa, tuwak, dan lain-lain.
Untuk Wilayah Sumsel tanaman ini banyak tumbuh dikawasan hutan lindung terutama didaerah pegunungan dan perbukitan seperti daerah ranau Kabupaten OKU Selatan, Pagar Alam, Lahat dan Empat Lawang. Namun juga banyak tumbuh didaerah dataran rendah.
Karena tanaman ini multi manfaat banyak dari masyarakat memanfaatkan tumbuhan  sebagai sumber pendapatan tambahan. Seperti daunnya dibuat atap atau dinding rumah tempat tinggal, lidinya dibuat sapu atau kerajinan tangan, buahnya dimanfaatkan sebagai panganan atau kolang kaling.
Serabut atau ijuknya dimanfaatkan untuk membuat sapu atau keset kaki serta serbuk batangnya dapat diolah menjadi sagu. Sedangkan cairan getah dari bunga aren bagi sebagian warga diambil untuk dijadikan minuman atau tuak.
Khusus di Kabupaten Ogan Ilir, tanaman ini justru dikembangkan untuk lahan basah atau rawa. Upaya pemanfaatan lahan rawa dengan penanaman aren ini pernah diprakarsai oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya yang dulunya masih menjabat sebagai Bupati OI dua periode.
Ketika melakukan blusukan daerah di Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Gubernur Sumsel Herman Deru melihat dari dekat kebun budidaya aren yang ditanam warga.
“Saya rasa ini ide brilian, dengan memanfaatkan lahan rawa sebagai media menanam pohon aren. Daerah ini merupakan daerah percontohan penanaman aren di daerah rawah yang pernah diprakarsai oleh pak Wagub pada saat menjadi Bupati Ogan Ilir. Dan ternyata berhasil sebagai solusi pemanfaatan lahan rawa dan banyak manfaat yang didapat oleh masyarakat,” ucap Deru.
Sementara itu, Wagub Mawardi Yahya menyebut dipilihnya aren menjadi salah satu komoditi ywng dapat tumbuh dilahan basah. Di samping itu, tanaman inib banyak manfaatnya.
“Nyaris tidak ada yang terbuang dari tanaman ini, mulai dari buahnya dapat dijadikan kolang kaling, Gula aren, ijuk untuk sapu, kakaban (tempat pemijahan ikan) & ketika sudah tidak produktif lagi pohonnya bisa dijadikan alternatif bahan dasar pembuatan sagu,” tukas dia. Rip
Baca juga :  FGD Presidium Rumah Kita : Pembangunan Industrialisasi Pertanian Desa

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita