oleh

11 Obat Dilarang BPOM

Kolom:Hukum, Pendidikan|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Akhir-akhir ini seringkali ada pengumuman yang beredar melalui media sosial baik bbm maupun email yang berisi 11 obat yang katanya dilarang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meskipun belum tahu kebenarannya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, dr. Rizal Sanif, SPOG mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati.

Menurutnya, untuk persoalan perizinan layak atau tidaknya obat untuk dikonsumsi merupakan wewenang dari BPOM. “Jika BPOM mengatakan obat itu tidak layak pakai, maka harus ditarik dari peredaran karena kalau kita konsumsi itu akan membahayakan pasien,” kata Rizal.

Baca juga :  Herman Deru Kenalkan Sistem Ini ke Kajati Baru

Dijelaskannya, segala macam dan bentuk obat baik itu yang kadaluarsa maupun kandungan obatnya tidak sesuai perizinan maka harus ditindaklanjuti. Tidak hanya itu, banyak sanksi lain sesuai aturan hukum yang bisa diberikan. “Sanksi lainnya itu tergantung hukum bisa diberikan sanksi baik pidana maupaun perdata,” tegasnya.

Oleh karena itu, Rizal mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli dan mengkonsumsi obat. Diharapkannya, masyarakat bisa membeli obat di Apotik dan Toko obat yang memiliki izin resmi. “Kalau membeli obat jangan di kaki lima karena tidak ada perizinannya, jadi siapa yang bakal tanggung jawab kalau ada apa-apa kedepannya. Kita harus hati-hati dari awal,” tutupnya. (juwita)

Baca juga :  Tanpa IMB, Developer Tetap Bangun Perumahan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita