oleh

Anies Baswedan Di Tuntut Minta Maaf

Kolom:Hukum|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuai kritik atas pidato politik beliau yang menyinggung tentang penjajahan oleh Belanda di Jakarta di depan mata sementara yang lain terasa jauh. Pidato politik Anies Baswedan itu ternyata memancing protes dari berbagai kalangan.

Seperti yang dikatakan oleh Herdian Wicaksono tokoh pemuda yang keturunan pejuang kemerdekaan pada pers release yang diterima redaksi pagi tadi.
“Pernyataan Anies seakan-akan meniadakan arti pertempuran lima hari lima malam di Palembang. Meniadakan pertempuran yang dilakoni oleh Sultan Mahmud Badaruddin II melawan Belanda dan meniadakan arti Monumen Perjuangan Rakyat yg berdiri tegak”.

Baca juga :  Sumsel Dukung Penuh Keterbukaan Informasi Publik

“Sangat tidak pantaslah mengatakan bahwa Penjajahan Belanda di Jakarta jauh lebih nampak dan nyata. Ini menunjukan seakan-akan bahwa hanya Jakartalah yang mengalami bentuk penjajahan oleh Belanda selama ratusan tahun. Daerah-daerah lain yang berjuang turut serta merebut kemerdekaan menjadi tidak bermakna sama sekali”, ujar Herdian.

Hal senada disampaikan oleh Sutan Darham Lembak seorang aktivis pergerakan Palembang dari Front Masyarakat Sipil untuk Demokrasi Sumsel “Kemerdekaan Indonesia berdarah-darah. Ratusan tahun para pejuang di tiap daerah melawan kolonialisme oleh Belanda. Lalu ditiadakan oleh ucapan Anies Baswedan. Seakan-akan bahwa kolonialisme Belanda hanya terjadi di Jakarta”, tegasnya.

Baca juga :  Irman Gusman Bantah Terima Suap

“Perlawanan Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi saksi bahwa Palembang pun melawan kolonialisme Belanda di Palembang. Akhirnya Sultan di buang Belanda dan Kesultanan Palembang mengalami kemunduran. Saya meminta agar Anies Baswedan mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada Semua Pahlawan Kemerdekaan”, pungkas Sutan.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita