oleh

Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Bawang Goreng dan Tepung Tapioka Ilegal

Kolom:Hukum|10 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan berhasil mengamankan bawang goreng seberat satu ton dan tepung tapioka sebanyak 21,3 ton asal Lampung yang tidak memiliki izin edar.
Barang illegal ini diamankan dari dua lelaki bernama David Chaniago (37) dan Sugiono Laut alias Ayung (46).
Satu ton bawang goreng disita dari UD. Damai Ceria Komplek Pergudangan Bandara Indah, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan. Bawang yang sudah dikemas kedalam 71 paket kemasan ukuran 13 kilogram itu diimpor dari Cina.

Baca juga :  Tingkatkan Pelayanan, Polresta Palembang Gunakan Teknologi Informasi

Sementara itu 21,3 ton tepung tapioka Cap Garpu dan Cap Guci Mas diamankan didalam Toko Atok, Jalan Pangeran Ayin No. 280, RT. 2 RW. 1, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, penangkapan itu bermula saat petugas melakukan penyelidikan soal peredaran bawang goreng yang ada di Palembang. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata 71 karton bawang goreng merek prima tidak dilengkapi izin edar.

“Tersangka mengedarkan bawang goreng tersebut ke pasar dan pengecer sejak enam bulan lalu tanpa dilengkapi izin edar dari BPOM RI dan Dinas Perdagangan,”ungkap Agung saat gelar perkara, senin (03/04).

Baca juga :  Palembang Akan Bentuk Satgas Pungli

Untuk kandungan yang ada didalam bawang goreng asal negara tirai bambu hingga saat ini belum diketahui isi kandungannya, apakah benar murni bawang goreng, atau ada campuran bahan yang lain.

“Akan kami periksa di laboratorium terlebih dahulu apa yang terkandung didalam bawang goreng tersebut,” ujarnya.
Sementara, untuk tepung tapioka asal provinsi Lampung diketahui sudah beredar luas dipasaran sejak satu tahun yang lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol David Irawan Syah menjelaskan, jika kedua pemilik barang illegal tersebut terbukti melakukan tindak pidana akan dikenakan dengan pasal 142 jo pasal 91 ayat 1 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan atau denda denda Rp4 miliar atau pidana maksimal dua tahun penjara.

Baca juga :  Irman Gusman Bantah Terima Suap

“Akan kami selidiki lebih lanjut ke produsen tepung tapioka yang ada di Lampung yakni CV. Gajah Mada. Sedangkan untuk bawang goreng akan diselidiki sampai ke tingkat distributor, ” janjinya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita