oleh

Kasihan, Leony dan Iva Serahkan Seekor Kukang Dilindungi ke BKSDA

Kolom:Hukum|33 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Inisatif dua putri Gubernur Sumsel Herman Deru, yakni Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva menyerahkan hewan langka jenis Kukang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) patut diacungi jempol.

Aksi tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat di Sumatera Selatan yang masih menyimpan hewan langka secara pribadi.

“Cerita bisa dapat Kukang itu, waktu itu kami ke Pasar Burung rencananya mau beli ikan hias, suami saya iseng-iseng tanya ke pedagang apakah menjual Burung Hantu, tapi malah pedagang itu mengeluarkan kotak sepatu dan menawarkan kuskus,” ucap Leony, Selasa (09/10).

Baca juga :  Ketua AAI: Jangan Lahirkan Advokat Dengan Standar yang Tidak Jelas

Lanjut dirinya, ia dan suaminya Bustarosa pun langsung membuka kotak sepatu tersebut. Terkejutlah mereka saat melihat dalam kotak itu ada hewan kukang. Melihat hewan itu suaminya pun memberitahu jika Kukang itu merupakan hewan langka yang dilindungi dan jika sengaja memeliharanya bisa dikenakan sanksi.

“Kami kasihan, dan tahu juga kalau kukang ini dilindungi. Kasihan diperjualbelikan seperti itu, jadi kami beli Rp350 ribu dan serahkan ke petugas BKSDA,” tuturnya.

Terpisah, Kasubag Tata Usaha BKSDA Provinsi Sumsel Sunyoto menjelaskan, jika Kukang yang diserahkan secara sukarela ini berjenis kelamin perempuan. Selain itu, Kukang tersebut juga termasuk hewan yang dilindungi dan ada sanksi jika memang diperdagangkan maka dapat dipenjara sampai 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Baca juga :  Kantor Imigrasi Kelas I Palembang Amankan 19 WNA Asing Asal Bangladesh

“Kukang termasuk hewan yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990. Penyebaran hewan ini sendiri hanya ada di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” ungkap Sunyoto.

Masih dikatakan ia, setelah hewan ini diserahkan kepada pihaknya selanjutkan akan dirawat untuk dicek fisiknya terlebih dahulu oleh dokter hewan di BKSDA Sumsel. Kemudian, jika fisiknya sudah benar-benar sehat baru dapat dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

Dirinya melanjutkan, jika warga dilarang menangkap dan memilihara satwa langka, salah satunya Kukang. Untuk itu, apabila menemukan masyarakat dapat menyerahkan ke pihaknya agar nanti dilakukan rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali.

Baca juga :  Jika Memang Terbukti, IDI Sumsel Persilahkan KPK Usut Tuntas Kasus Gratifikasi

“Bagi masyarakat yang masih menyimpan atau memelihara Kukang atau pun satwa langka lainnya kami himbau agar lebih baik menyerahkan ke BKSDA Sumsel,” ungkapnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita