oleh

Lama Tersumbat, Persoalan Aset Golf Kenten Pertamina Temui Titik Terang

Kolom:Hukum|61 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Keinginan Gubernur Sumsel, Herman Deru menyelesaikan persoalan pemanfaatan aset bersama antara Pemkot Palembang, Prabumulih dan Kabupaten Banyuasin dengan PT. Pertamina Persero secara win-win solution akhirnya menemui titik terang.
Hal tersebur ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pemanfaatan aset antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan PT. Pertamina (Persero) di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (09/07).
Penandatanganan itu dilakukan bersamaan dengan Rapat Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi oleh KPK yang dihadiri langsung oleh Ketua KPK RI, Komjen Pol Firli Bahuri. Penandatanganan kesepakatan ini bahkan diikuti bupati/walikota se-Sumsel secara virtual.
Ketua KPK, Firli mengatakan, dalam melakukan pencegahan korupsi KPK membangun 8 pencegahan. Di antaranya dengan memperkuat APIP, pengelolaan dan pengawasan dana desa, serta pengelolaan aset daerah.
“Nah, hari ini masuk dalam program pengelolaan aset daerah. Di Sumsel kita sudah tertibkan aset berupa lahan di Kenten Rp9 triliun. Supaya ada kemanfaatan tambah PAD baik kabupaten/kota maupun provinsi. Ini juga tertibkan untuk memastikan bahwa aset negara tidak hilang,” tegas Firli.
Menurutnya, penertiban aset bersama Pemda dan BUMD serta BUMN tidak hanya dilakukan di Palembang, Sumsel. Tapi baru-baru ini KPK juga diakuinya juga melakukan penertiban aset negara di Sulsel dengan nilai yang cukup besar mencapai Rp21 triliun.

Mengenai kelanjutan pengelolaan aset ini diharapkannya dapat termanfaatjan dengan baik sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka lapangan pekerjaan

Bahkan, Firli juga sempat berpesan kepada semua kepala daerah yang hadir untuk menjaga situasi di masa pandemi ini tidak menjadi kondisi yang lebih buruk.
“Saya titip agar semua bisa jaga sistuasi pandemi ini tidak jadi kondisi yang lebih buruk. Apa yang kita lakukan sekarang pasti akan berpengaruh dengan Sumsel ke depan. Masa sulit ini perlu dikelola agar tidak gaduh dan tidak ada penyalahgunaan wewenang penggunaan anggaran,” kata dia.
Selain pengawasan dalam pengelolaan aset dserah, lanjutnya, saat ini ada beberapa fokus area yang dilakukan KPK dalam rangka mendukung tercapainya sasarna strategis (KPK wide). Di antaranya adalah korupsi terkait dalam bisnis seperti penerimaan dan laporan admnistrasi ekspor, impot, bea cukai dan pajak. Kemudian korupsi politik seperti penetapan regulasi, pendanaan partai, suap menyuap dan jual beli suara dan ketiga adalah korupsi pada penegakan hukum berupa proses berperkara, yudikatif (badan peradilan, pidana, perdata dan niaga) dan keempat adalah korupasi layanan publik di bidang pendidikan, kesejahteraan, kesehatan pusat pelayanan dan fasilitas publik.
Di tempat sama, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengucapkan terima kasih atas inisiasi KPK sehingga lahirnya kesepakatan ini. Berkat gerak cepat KPK diakuinya masalah pemanfaatan aset yang sempat lama tersumbat kini dapat selesai sehingga bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita sangat berterimakasih sekali. Karena inisiasi KPK timbullah kesepakatan ini. Terimakasih juga pada Korsupgah KPK, BPKP yang telah memberikan masukan sehingga kita tidak habis waktu untuk bersengketa,” jelasnya.
Bukan hanya penertiban aset, menurut Deru, pihaknya juga sangat membutuhkan bimbingan pimpinan KPK tentang bagainana cara mencegah sejak dini penyalahgunaan penggunaan anggaran ataubdana terkait refocusing dan realokasi di masa pandemi.
“Sumsel memang tidak sekaligus dalam melakukan refocusing dana tapi bertahap. Karna kita perlu memikirkan laju ekonomu, infrastruktur dan pendidikan. Makanya kami harapkan betul bimbingannya. Agar jangan sampai tanah kelahiran ketua KPK justru jadi contoh buruk. Kami ingin ini terselenggarak sebaik mungkin,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan apresiasinya atas support Gubernur Sumsel yang luar biasa. Pasalnya, dengan respon cepat gubernur dan pimpinan KPK tercapailah kesepakatan kerjasama yang ditandatangani ini.
Dia menambahkan, sehingga tujuan utamanya memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat bisa segera terwujud. “Kita bersyukur sekali Pertamina dan semua yang hadir disini sama-sama duduk menciptakan kemanfaatan dari aktivitas yang kita bangun. Kenapa ini dilakukan di Sumsel? Karena bisnis Pertamina di Sumsel sangat komplit dari hulu ke hilir jadi ini sangat penting sebagai kontribusi lebih pada masyarakat dan KPK mensupport ini kami berterimakasih sekali,” tukasnya.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Dirut Pertamina bersama Gubernur Deru serta Walikota Palembang Harnojoyo, Walikota Prabumulih Ridho Yahya, dan Bupati Banyuasin, juga disaksikan oleh Ketua KPK, dan Komisaris PT. Pertamina (Persero). Rip
Baca juga :  Partogi Sitinjak. SH : Polres OKI, Bertindak Hati-Hati dan Menimbang Dengan Seksama Setiap Pelaporan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita