oleh

Mardianto : Fokus Saja Untuk Perbaikan Kesejahteraan Rakyat

Kolom:Hukum|1 kali dilihat

Teluk Kuantan – NuansaKita : Rencana pembelian mobil dinas (mobdin) untuk Bupati dan Wakil Bupati Kuansing di Tahun Anggaran 2018 ini terus menuai kritik tajam. Kali ini, kritikan datang dari salah seorang Tokoh Pendiri Kuansing, Mardianto Manan. Melalui wawancara dengan redaksi NuansaKita Selasa,20/02/2018.

Mardianto menjelaskan, “Ia menyesalkan sikap Bupati Kuansing, Drs H Mursini MSi, yang mengaku tidak tahu dengan penganggaran dua mobil dinas yang menelan biaya lebih dari Rp. 6 miliar itu”.

Sarannya, Bupati Mursini harus jelas sikapnya dengan rencana pembelian mobdin ini. Apalagi sekarang, katanya, ada penolakan terhadap rencana tersebut, seperti adanya pencoretan plang Kantor Bupati yang dilakukan OTK. Dan kritikan itu harus dijawabnya dengan baik. “Ini kritik. Jadi, sebaiknya jangan ada pembelian mobil dinas dilanjutkan, sebaiknya bantu masyarakat dengan duit Rp. 6 miliar tersebut. Banyak itu,” sarannya.

Baca juga :  Gubernur Wanti-Wanti Soal Independensi Pengurus BPSK Palembang & Lubuk Linggau

“Tak mungkin bupati tak tahu. Yang usulkan kan eksekutif, pemerintah. Kan, dia yang jadi pimpinan eksekutif. Dia juga yang neken APBD. Emang bawahannya yang neken APBD. Bupati yang neken itu. Jadi, tak ada alasannya seorang bupati mengaku tidak tahu soal rencana pembelian mobil dinas itu,” kesal Mardianto Manan saat berbincang-bincang “.

Bupati Mursini, dinilainya, memiliki tugas yang berat di sisa masa jabatannya. Maka dari itu, bupati harus lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat ketimbang terus memburu pelaku pencoretan. “Masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Berikan program-program yang mampu memberdayakan masyarakat di bidang apapun,” tegasnya.

Baca juga :  Kekerasan Seksual Di Sumsel Kategori Garis Merah

Selanjutnya, Pemkab Kuansing disarankannya agar fokus kepada pesan yang disampaikan lewat kritikan coretan itu ketimbang fokus mempolisikan pelakunya. “Itu dilakukan bisa jadi karena masyarakat terlalu kecewa, karenanya mereka nekad bertindak seperti itu. Memang itu tidaklah baik, tapi seorang bupati harus bijak, mengapa coretan itu harus ada,” kesalnya.

Dijabarkan Mardianto yang alumni Magister Universitas Gajah Mada (UGM)  ini meminta agar rencana pembelian mobil dinas yang baru itu harus dibatalkan. “Kalau sekarang mobil dinas yang dipakai bupati itu Innova, tak masalah. Karena Innova kan ada juga yang bagus. Jadi, sebaiknya bupati itu mengalokasikan anggaran itu untuk tingkatkan perekonomian masyarakat Kuansing,” pungkasnya.

Baca juga :  Realisasi PAD Capai 101 Persen

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita