oleh

Musda KAI, Isi Kekosongan Struktur

Kolom:Hukum|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Setelah jabatan Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia Sumatera Selatan (KAI Sumsel) kosong selama empat bulan, Senin (16/03) KAI Sumsel menggelar Musyawarah Daerah (Musda) l ketiga di hotel Quin Centro, Kamis (16/03).

Panitia pelaksana yang juga calon ketua DPD KAI Sumsel, RH Alex Effendy mengatakan, hingga saat ini baru ada dua calon yang sudah dipastikan maju.

“Saya berpasangan dengan Eriyanto sebagai Sekretaris DPD. Selain itu ada Doni yang berpasangan dengan Armaya,” ungka Alex pada awak media.

Alex menyebutkan kepemimpinan DPD KAI Sumsel sudah empat bulan kosong, sehingga harus dilakukan pemilihan secepatnya. “Jadi empat bulan ini hanya Pelaksana tugas (Plt), yang dijabat Apolos,” jelasnya.

Baca juga :  Aplikasi AMPERA Polresta Dapat Respon Positif dari Masyarakat

Dijelaskannya untuk proses musda, pihaknya juga akan membentuk Presedium dan dilakukan pembentukan komisi untuk pemilihan Ketua DPD. “Sesuai AD/ART, paslon yang dinyatakan terpilih cukup mengantongi suara 50 persen plus 1,” jelas dia.

Meskipun baru dua paslon yang dipastikan maju, lanjutnya, pihaknya masih memberikan waktu pendaftaran hingga pemilihan dilaksanakan. Dirinya juga bersikap optimis terpilih dalam musda kali ini.

“Yang memberikan suara dari DPC Kabupaten/kota se-Sumsel, jadi kalau untuk aklamasi dirasa sulit karena calon lebih dari dua. Meskipun begitu kita tetap optimis terpilih,” tegasnya.

Baca juga :  Tingkatkan Pelayanan, Polresta Palembang Gunakan Teknologi Informasi

Sementara, Indra Sahnun Lubis, Presiden KAI disela kegiatan musda berharap, dengan diadakannya musda tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang dapat menjalankan program LAI dan merangkul semua anggota KAI di Sumsel.

“Ketua terpilih harus punya pengetahuan luas dan mengayomi Advokat yang ada di Palembang, jika yang terpilih tidak berhasil memimpin KAI maka akan kita adakan Musda luar biasa,” ujarnya.

Indra juga menginstruksikan agar semua anggota KAI benar-benar memilih pemimpin yang tanggap dan bisa mengbil peran dalam menegakkan hukum.

Baca juga :  Adian Y. Napitupulu Diamcam Di Bunuh Oknum BPN Lampung

Jadi benar benarlah dalam mebetukan pemimpin, harus bisa tanggap dan mengambil peran dalam menegakan hukum serta berani bersuara untuk memperbaiki hukum di Indonesia.

“Kalau kita tidak berbicara maka itu salah, apalagi untuk penegakkan hukum tunjukan diri kita sebagai advokat dengan wibawa, santun serta mengayomi dan membantu masyarakat yang tidak mampu,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita