oleh

Penasehat Pospera Sumut Di Kriminalisasi

Kolom:Hukum|60 kali dilihat

NuansaKita – Medan : Ketua DPD Pospera Sumatera Utara, Liston Hutajulu,ST menilai ada kriminalisasi terhadap kasus yang menimpa Penasehat Pospera Sumatera Utara Tonggam Gultom terkait kasus penggelapan atas penjualan tanah.

“Kami melihat bahwa ada indikasi penangkapan ini bisa jadi terkait dengan perjuangan Tonggam Gultom bersama Pospera Sumatera Utara yang memperjuangkan tanah masyarakat seluas 7 ha yg di kuasai oleh Polda Sumatera Utara,” ujar Liston saat konfrensi pers di PT. Sianjur Resort Jalan Sebatangkuis No. 26 Medan, Jumat (3/3/2017).

Liston Mengatakan, “Mungkin penahanan Tonggam gultom dilakukan untuk membungkam perjuangan mencari keadilan di negeri ini, perjuangan Tonggam Gultom terkait tanah yang di kuasai tanpa hak atas oleh Polda Sumatera Utara sudah disampaikan ke Kapolri, Kompolnas, Komnas Ham hingga Kamtor Staf Presiden (KSP) dan Presiden, “tandasnya.

Baca juga :  Penetapan APBD Sumatera Selatan 2017 Lebih Cepat Dari Provinsi Lain

Oleh karena itu, sangatlah jelas, laporan atau tuduhan penggelapan dalan perkara ini sangatlah prematur dan salah apabila dialamatkan kepada Tonggam Gultom, saya melihat, terbukti penyidik Polda Sumut sangat tidak cermat dalam memeriksa kasus ini.”jelasnya.

“Kasus ini syarat dengan rekayasa dengan ini meminta untuk dihentikan penyidikan perkara dan membebaskan Tonggam Gultom dari Tahanan,” imbuhnya. Jadi tampak memang Poldasu mengkriminalisasi Tonggam,” tegasnya.

Parahnya lagi, kondisi Tonggam yang saat ini mengalami penyakit lambung tidak juga dibantarkan ke rumah sakit. Padahal Dokpol Dokkes Polda Sumut sudah mengeluarkan rekomendasi agar Tonggam segera dirawat di rumah sakit.

Baca juga :  Komisi Perlindungan Anak Sesalkan Kejadian Kekerasan Terhadap Anak Di Siring Agung

Jelas Ketua Pospera Sumut ini, Alasannya, kasus penjualan tanah sultan sepenuhnya adalah permasalahan di Kesultanan Deli antara Pemangku Sultan Deli Tengku Osman Amal Ganda Wahid Al-haj (Tengku Aga) dengan keluarga Kesultanan.

Karena uang penjualan tersebut diterima dan digunakan seluruhnya oleh Tengku Aga, bahkan untuk kepeduliannya membantu keluarga Kesultanan Deli, Tonggam telah mengeluarkan uang pribadinya untuk mengurus pengembalian tanah kesultanan. penggelapan yang dituduhkan pada Tonggam adalah sebuah rekayasa kasus untuk menjerat dan menjadikan Tonggam Gultom sebagai tersangka,”tegasnya.

Baca juga :  Lama Tersumbat, Persoalan Aset Golf Kenten Pertamina Temui Titik Terang

Sementara kuasa hukum Tonggam Gultom, Sarmanto Tambunan,SH mengatakan bahwa dia membantah pernyataan Polda Sumut yang mengatakan bahwa Polisi telah mempunyai bukti yang cukup untuk melakukan penangkapan Tonggam.(*)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita