oleh

Tanggulangi Berita Hoax, Polri Perkuat Empat Lini

Kolom:Hukum|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Menanggapi berita-berita hoax yang berkembang sekarang ini, yang telah menjadi perhatian yang serius bagi seluruh elemen pemerintahan Republik Indonesia, tak terkecuali Kapolri. Pasalnya, Polri akan memperkuat empat lini untuk menanggulangi berita-berita Hoax tersebut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolri Jendral H M Tito Karnavian, usai memimpin pemusnahan senjata api rakitan (Senpira) di Mapolda Sumsel, Senin (10/1).

Pada kesempatan itu, Kapolri Jendral Tito menjelaskan bahwa empat lini tersebut adalah, Pertama, ditubuh Polri akan membentuk direktorat cyber yang dipimpin oleh seorang pejabat Polisi berpangkat bintang satu di Bareskrim Polri. Kedua, membentuk direktorat kontra propaganda di bagian Intelkam Polri yang akan dipimpin pejabat berpangkat bintang satu juga.

Baca juga :  Ishak Mekki : Upayakan seluruh Daerah di Sumsel Dapat Opini WTP

Ketiga, membentuk karo multimedia dibawah direktorak humas yang juga dimpimpin oleh pejabat berpangkat bintang satu. Keempat, membentuk subdit di tubuh detasemen 88 yang khusus ditugaskan untuk mengawasi konten-konten dan ideologi radikal.

“Dengan diperkuatnya empat lini tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas Polri dalam memberantas konten-konten maupun berita-berita yang menyebarkan kabar hoax atau bohong,”tegasnya.

Lanjutnya lagi, disamping melakukan hal itu, tentu upaya yang paling utama dan paling penting adalah pencegahan dengan melakukan penguatan regulasi, melakukan counter dan klarifikasi, melakukan penyerangan terhadap website radikal menggunakan teknik teknologi informasi seperti hacking dan teknik lainnya. Dan terakhir melakukan invetigasi dan pelacakan guna menegakan hukum.

Baca juga :  Cegah Karhutla, Gubernur Sumsel Peringatkan Direksi PTPN VII

” Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengupload berita-berita yang belum tahu kebenarannya. Apabila hal itu dilakukan ternyata beritanya hoax atau bohong maka yang mengupload akan dikenakan pidana sesuai dengan Undang-Undang ITE yang berlaku,”himbaunya.
Kemudian, Kapolri meminta kepada masyarakat untuk tidak mencerna secara membabi buta informasi yang sifatnya profokatif dan negatif. “Apabila didapati informasi semisal itu maka lakukanlah kroscek dan cari tahu dari sumber-sumber yang dapat di pertanggung jawabkan,”katanya.

Jadi intinya jangan menshare berita-berita yang negatif. Kalau beritanya positif, maka silahkan dishare.

Baca juga :  Ishak Mekki Tegaskan Jangan Ada Pungli Lagi ditengah Instansi Pemerintah dan Masyarakat

Selain ditubuh Polri sendiri, Presiden Joko Widodo juga telah membentuk tim cyber bersama dengan lembaga abdi negara lainnya. Sejauh ini,  Presiden sudah melakukan pembuatan regulasi penguatan yaitu telah terbinya undang-undang ITE dan langkah konkrit lainnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita