oleh

Arena Dayung Terkendala Pembebasan Lahan

Kolom:Olahraga|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Rencana Pemerintah Provinsi Sumsel untuk memperluas arena dayung serta pembangunan jalan inspeksi masih belum selesai disebabkan sampai saat ini, masih ada sekitar 42 bidang tanah lagi yang akan dibebaskan.

Sebelumnya, Pemprov Sumsel sudah menyelesaikan pembayaran ganti rugi 19 bidang tanah di akhir tahun 2016 dan dilanjutkan dengan 14 bidang yang rencananya akan segera diselesaikan secepatnya agar negosiasi dan pembebasan sisa 42 bidang tanah bisa segera dilakukan. Sebab perluasan dan pembangunan fisik perluasan lintasan dayung rencananya akan segera dirampungkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemprov Sumsel, Edward saat menghadiri rapat pembahasan dan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah perluasan lintasan dayung dan jalan inspeksi kelurahan Sentosa yang dihadiri oleh 13 pemilik tanah dari 14 orang dan dilaksanakan di aula kecamatan Seberang Ulu II, Senin (16/1).

“Pertemuan hari ini penting karena pengerjaan perluasan lintasan dayung akan segera dilanjutkan. Masyarakat juga tidak usah khawatir karena  perhitungan ganti rugi sudah dihitung oleh (Kantor Jasa Penilai Publik) KJPP agar semuanya sesuai dengan standar dan mengacu pada harga ganti rugi terakhir,” ungkap Edward.

Baca juga :  Hanya 2500 Karyawan Hotel Tersertifikasi

Hanya saja, Edward berharap kepada ke 14 warga agar jika nanti ada kendala  hal tersebut dikarenakan saat ini sudah masuk anggaran baru maka harus bertahap lagi untuk ganti ruginya. Tetapi  dia tetap meyakinkan warga jika semuanya akan segera dipercepat agar tidak memunculkan rasa khawatir dan curiga dari warga terdampak.

“Kami baru pindah kantor jadi kalau hari ini semuanya sudah setuju maka hari senin depan kita akan penandatanganan pelepasan hak lalu kita melakukan proses pembayaran. Hanya saja jika ada sedikit keterlambatan itu hanya karena masalah teknis saja. Biasanya pembayaran seperti yang lalu bisa 7-10 hari setelah penyerahan. Kami ingin semuanya bisa lebih cepat prosesnya agar pengerjaan lintasan bisa cepat dilanjut. Mohon pertemuan nanti warga sudah membawa surat-surat administrasi seperti surat tanah dan lain-lain serta nomor rekeningnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang, Chandra Genial mengajak kepada warga agar bersama sama untuk turut mensukseskan pelaksanaan Asian Games (AG) 2018 yang menurutnya mungkin hanya sekali seumur hidup. “Inilah wujud bakti dan cinta kita terhadap negara dengan mendukung Pemprov dalam melakukan perluasan lintasan dayung untuk AG nanti. Kapan lagi kita menyaksikan perhelatan besar yang di tahun 2018 nanti hanya terjadi di Jakarta dan Palembang,” pungkasnya menyemangati warga.

Baca juga :  Bentuk Prodi Penjaskes, Universitas Tridinanti MoU Dengan Dipora Sumsel

Chandra juga menyampaikan jika ada lahan warga yang terpotong dan sisanya sudah tidak berdampak ekonomi lagi  bagi pemilik, maka menurut Undang Undang pemilik bisa mengusulkan sisa tanah tersebut ke pemerintah agar ditinjau kembali.

Sementara, Camat Kecamatan Seberang Ulu II, M Ichsanul Akmal S Sos MSi berharap agar pertemuan kali ini bisa lancar seperti pertemuan dengan 19 pemilik lahan sebelumnya. Dirinya juga menyampaikan agar pada pertemuan selanjutnya (senin depan), warga sudah membawa semua kelengkapan administrasinya termasuk surat tanah dan nomor rekening.

“Pemprov sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengganti lahan warga dalam rangka memberikan yang lebih baik, jadi kita patut bersyukur sebab sebentar lagi mungkin sudah ada yang bisa beli rumah baru bahkan mobil baru,” selorohnya kepada warga.

Baca juga :  Miliki Ciri Khas Tersendiri, Obor Asian Games 2018 Diperkenalkan

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, Ichsan menekankan bagi warga yang di surat tanahnya masih berbeda nama, untuk segera mengurusnya sebelum pertemuan penandatanganan penyerahan hak milik agar tidak terjadi keterlambatan dalam pembayaran atau masalah administrasi lainnya yang
akan dibantu semaksimal mungkin oleh kelurahan dan kecamatan SU II. Selain itu, dirinya juga menekankan agar warga tidak percaya dengan gosip atau isu-isu tidak jelas dari sumber yang tidak bisa dipercaya. “Mohon kalau ada isu-isu yang tidak jelas, silahkan minta informasi langsung ke lurah atau jika perlu langsung ke saya,” tutupnya.

Untuk diketahui, jika pertemuan dan musyawarah dengan 14 pemilik lahan menghasilkan kesepakan tentang jenis ganti rugi yang disepakati dalam bentuk ganti rugi uang yang akan akan dibayarkan oleh Pmprov Sumsel seperti yang sudah disepakati sebelumnya dengan 19 pemilik tanah yang sudah dibayarkan haknya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita