oleh

Sulawesi Tengah Optimis dapat Medali di Cabor Panjat Tebing PON XIX/2016 Jawa Barat

Kolom:Olahraga|10 kali dilihat

NuansaKita – Palu : “Nemaeka…!” Pada sesi kualifikasi menuju PON XIX/2016 Jabar, yakni Pra-PON di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Oktober 2015.  Sulawesi Tengah boyong 2 (medali), yakni 1 (satu) PERAK di Kelas Speed-classic (Atlit LUSIANA/Kab.Buol, dengan capaian 16 detik), dan 1 (satu) PERUNGGU di Kelas Lead-Beregu (Atlit RAHMAN/Sigi). Perolehan medali PraPON ini yg mencetak quota untuk Sulteng Cabor Panjat Tebing, tiket ikuti PON XIX Tahun 2016 saat ini. Hal ini dikatakan Yahdi Basma (Ketua Umum Pengda FPTI Sulawe Tengah, Federasi Panjat Tebing Indonesia) dalam release yang diterima redaksi. Jumat (16-09-2016)

Baca juga :  12 Provinsi Ikuti Kejuaraan Nasional Bowling di Jakabaring

Monitoring FPTI (Federasi Panjat Tebing Sulawesi Tengah) atas pelaksnaan PELATDA (Juli-Sept 2016) di Bumi Bahari Palu, salah satu Kelas andalan Cabor (cab.olahraga) kita yakni Speed-classic, berhasil tunjukkan capaian yg signifikan, oleh atlit LUSIANA. Di tahap awal masuk Pelatda, ia capai dengan point 22 detik, pd sesi tengah, menanjak ke angka 18 detik, dan di sesi akhir sebelum PELATDA usai, LUSIANA capai peningkatan yg signifikan : 9.05 (9 detik, 05 second). Dari angka 22, ke 19, dan terakhir di 9.05, cukup fantastis…!, ‘ujar Yahdi.

Baca juga :  670 Karateka Perebutkan Piala Walikota Cup

Atlit LUSIANA ini sebenarnya potensial di Kelas Speed-recor, namun fasilitas di PELATDA Sulteng yg minim, hanya relevan di Wall Tolitoli. Maka pihak kami surati KONI Sulteng sebelum PELATDA (Juni 2016) agar khusus Cabor Panjat Tebing, latihannya di Tolitoli, namun tdk ditanggapi KONI/Panitia Pelatda, katanya.

Jika tengok data angka/point capaian di kelas Speed-classik di PON XVIII : yakni 7.20 (7 detik, 20 second), maka kami Optimis, LUSIANA/Sulawesi Tengah, mampu raih minimal medali PERUNGGU di PON XIX/2016 Jawa Barat.
LUSIANA, RAHMAN, komiu pasti bisa, jika tenang, sehat, optimis & kerja-keras.

Baca juga :  POSPEDA Tahun 2019 di Palembang Resmi Dibuka

Kami tak lagi mau terulang, Atlit Panjat Tebing SULTENG yg hebat, Aspar Jaelolo Babon, anak muda kelahiran Wani/Donggala (24-01-1988) “diboyong” KONI DKI & kini jadi andalan DKI Jakarta. Ini sekaligus menjadi report kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan Untuk Ketua KONI Sulawesi Tengah. LUSIANA, RAHMAN, Sulawesi Tengah mengandalkanmu, ‘tutup Yahdi.(*)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita