oleh

Adian Napitupulu : Perizinan Tambang Tidak Seharusnya Bertele-tele

Kolom:Pendidikan|20 kali dilihat

NuansaKita – Kendari : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Adian Napitupulu dari Komisi VII, memberikan kuliah umum di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terkait problematika usaha pertambangan dan energi, Sabtu (17/9/2016).

Dalam makalah yang disampaikan Adian mengatakan, bangsa yang memiliki masa depan baik adalah bangsa yang pemerintahannya memiliki kesadaran yang kuat untuk membangun kepercayaan kepada bangsanya sendiri dalam memajukan negara. Kuliah umum yang di moderatori wakil Rektor III UHO La Ngkoimani.

Baca juga :  Milad ke 23, Masika ICMI Siap Hadapi Tantangan Global

Mengatasi problematika pertambangan, lanjut dia perlu ada perbaikan sistem yaitu mensinergikan antara peraturan dan persiapan infastruktur, seperti pengadaan listrik, pembuatan jalan, dan lain sebagainya.
“Selain itu sistem proses perizinan seharusnya tidak bertele-tele dan tanpa harus ada uang,” kata dia.

Menurut Ketua Dewan Pembina Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) itu, berbagai persoalan dalam perizinan pertambangan dibuat oleh oknum yang dibuat rumit dengan proses yang panjang sehingga peluang untuk terjadi sogokan maupun pemberian upeti oleh oknum-oknum yang terlibat di dalamnya sangat mungkin terjadi.

Baca juga :  Datangi Pemprov, Massa AIC Demo Persoalan Sekolah Gratis

Adian mengajak para mahasiswa dan komponen kampus untuk bersama-sama melakukan perubahan dan mengatasi problematika pertambangan dan energi yang sedang terjadi di Tanah Air, khususnya di Sulawesi Tenggara. “kita akan mengkritisi jika terjadi penyelewengan dalam usaha pertambangan dan energi. Akan mengawal ini mejadi tidak bertele tele. Agar iklim investasi tumbuh menjadi lebih baik dan bersih,” ujar Adian yang juga Sekjen PENA 98 ini.

Kuliah umum ini juga dihadiri oleh jajaran dekan F-MIPA, Komisaris BUMN PT. Wika Bitumen Erwin Usman, Komisaris BUMN PT. Perikanan Nusantara Roy Simanjuntak, PT. ANTAM Nusantara Nursalam Saranani, dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Muh Jafar juga kali ini diikuti oleh mahasiswa F-MIPA dan Fakultas Teknologi Ilmu Kebumian (F-TIK).(*)

Baca juga :  Program DLP Tumpang Tindih dengan UU Kesehatan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita