oleh

Akibat Kurang Sosialisasi Program Asuransi Pertanian Kurang diminati Petani

Kolom:Headline, Pendidikan|4 kali dilihat

Nuansakita – Palembang : Kurangnya sosialisasi atas program asuransi pertanian atau perlindungan tanaman yang dilakukan Dinas Pertanian dan Holtikultura provinsi sumsel masih kurang peminat para petani sumsel.

“Program asuransi pertanian atau perlindungan tanaman adalah program asuransi pertanian atau perlindungan tanaman yang sudah dijalankan pihaknya sejak 2015 lalu masih kurang peminatnya. Serta tahun ini baru 15 ribu hektar sawah yang diasuransikan padahal jumlahnya 1 juta hektar,” ujar

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noorwibowo saat diwawancarai diruang kerjanya, (19/11)
Dia juga menambahkan. Kurangnya peminat dari program tersebut dinilai pihaknya karena kurangnya sosialisasi. Akibat kurangnya sosialisasi ini membuat para petani ragu dengan program asuransi pertanian ini,

Baca juga :  Gubernur Sumsel : Menembak Bukan Hanya Untuk Kalangan Elit

Dia juga menjelaskan, program asuransi pertanian ini sangat bagus karena para petani tidak perlu lagi merasa khawatir jika mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak minimal 70 persen.

“Jika petani yang mengasuransikan sawahnya mengalami gagal panen maka petani itu akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar. Untuk kerusakan tanaman itu bisa diakibatkan hama maupun bencana, seperti kekeringan dan banjir,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk dapat mengikuti program asuransi pertanian ini sendiri, para petani hanya perlu membayar premi sebesar Rp36 ribu perhektar tiap musim tanam.

Baca juga :  Pemprov Guyur Rp11,5 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Lubuk Linggau

“Melihat masih banyak lahan sawah yang belum diasuransikan, saya menghimbau seluruh petugas dan penyuluh di kabupaten/kota agar mensosialisasikan program ini. Bahkan, pada 2017 mendatang, program ini kami prioritas,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, selain program asuransi pertanian pihaknya juga memiliki program benih subsidi. “Program benih subsidi ini juga akan kami prioritaskan pada 2017 nanti,”tegasnya. (desta)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita